Balik Dolanan, Wavvy Creative UMM dan Komunitas Bermain Malang Ajak Warga Nostalgia Permainan Tradisional
INDOZONE.ID - Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Komunitas Bermain Malang (KBM) menggelar kegiatan bermain bersama bertajuk "Balik Dolanan" di Taman Bunga Merjosari, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 18.00 hingga 22.00 WIB ini diikuti puluhan hingga ratusan warga lintas usia dan menjadi bagian dari rangkaian pasca-event brand activation Taman Dolan Batu.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memainkan sejumlah permainan tradisional secara berkelompok, di antaranya lompat tali, bentengan, ular naga, Siapa Aku, dan egrang.
Selain bermain bersama, panitia turut mengadakan kuis interaktif berhadiah barang-barang bernilai budaya seperti ketapel, wayang, terjung payung, dan seruling bambu.
Baca juga: Perkuat Kolaborasi Akademik Global, UNAIR Kembangkan Dual Degree Berbasis Industri
Mengangkat Kembali Permainan yang Mulai Ditinggalkan
Mengusung big idea "Balik Dolanan", kegiatan ini digagas sebagai respons atas meningkatnya penggunaan gawai sebagai sarana hiburan yang perlahan menggeser interaksi sosial langsung antarwarga, terutama di kalangan anak muda.
Permainan tradisional dipilih sebagai medium untuk membangun kembali kebersamaan yang mulai memudar tersebut. Setiap permainan yang dihadirkan pada malam itu membawa sejarah dan nilai edukatif tersendiri.
Lompat tali, yang dahulu populer dimainkan anak-anak di halaman rumah maupun lingkungan kampung, dikenal melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, dan ketahanan fisik.
Permainan ini digemari lintas generasi karena dapat dimainkan bersama tanpa memerlukan peralatan mahal.
Baca juga: Kisah Alumnus UNAIR, Muhammad Rahmad Royan Mendunia lewat Penelitian
Bentengan, permainan strategi yang telah dimainkan lintas generasi, mengajarkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim karena menuntut setiap kelompok menyusun taktik untuk mempertahankan wilayah sekaligus merebut benteng lawan.
Sementara itu, ular naga permainan yang dimainkan dengan cara saling bergandengan tangan membentuk barisan panjang menjadi simbol kebersamaan sekaligus mengajarkan pentingnya saling percaya antarpemain.
Adapun permainan Siapa Aku dikemas sebagai permainan interaktif yang melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keberanian menyampaikan pendapat melalui petunjuk yang diberikan kepada peserta.
Permainan yang paling menyita perhatian malam itu adalah egrang, permainan berbahan bambu yang dikenal luas di berbagai daerah Indonesia dan menuntut keseimbangan tubuh, keberanian, konsentrasi, serta rasa percaya diri.
Baca juga: Pemkot Depok Buka 200 Kuota Beasiswa Maung 2026, Biayai Kuliah hingga 8 Semester
Pemilihan hadiah kuis berupa ketapel dan seruling bambu juga bukan tanpa alasan. Ketapel dahulu dikenal melatih ketelitian, fokus, dan keterampilan motorik anak-anak, sedangkan seruling bambu menjadi simbol kesederhanaan masyarakat pedesaan yang mampu menciptakan hiburan dari alam sekitar sekaligus mengenalkan musik tradisional kepada generasi muda.
Ruang Pertemuan Lintas Generasi
Koordinator kegiatan dari Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM menjelaskan bahwa "Balik Dolanan" merupakan bagian dari strategi komunikasi pasca-event brand activation Taman Dolan Batu, yang bertujuan memperluas jangkauan kampanye pelestarian budaya melalui kolaborasi bersama komunitas lokal.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dipilih agar masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut merasakan langsung pengalaman bermain yang menjadi identitas Taman Dolan Batu.
Antusiasme itu turut dirasakan para peserta. Hekmatyar (22) mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap acara serupa kembali digelar di kemudian hari. "Semoga acara seperti ini bisa diadakan lagi," ujarnya.
Baca juga: Founder Kelas FFY Raih Innovation Challenge Winner di France Alumni Day 2026
Sementara itu, Zen (23), yang berhasil memenangkan hadiah permainan tradisional dalam kuis malam itu, menyampaikan terima kasih kepada Wavvy Creative selaku penyelenggara. "Terima kasih sudah dikasih kesempatan menang hadiah ketapelnya," katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat tanpa sekat usia. Sejumlah mahasiswa mengaku baru pertama kali mencoba beberapa permainan yang dihadirkan, sementara peserta yang lebih dewasa mengaku kembali mengingat masa kecil mereka ketika permainan-permainan tersebut masih menjadi bagian dari keseharian.
Melalui "Balik Dolanan", Kelompok Praktikum 3 Wavvy Creative UMM, Taman Dolan Batu, dan Komunitas Bermain Malang berupaya menegaskan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga media membangun karakter, mempererat hubungan sosial, dan menjaga identitas budaya di tengah perubahan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan