Kamis, 16 JULI 2026 • 11:30 WIB

Apa Saja yang Dinilai dalam Kokurikuler? Ini Contoh Deskripsinya

Author

Ilustrasi guru mengajarkan siswa melalui media visual (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Penilaian kokurikuler menjadi bagian peting dalam rapor siswa, terutama sejak penetapan Kurikulum Merdeka yang menekankan aktivitas seperti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Tidak sedikit guru masih kebingungan menyusun deskripsi penilaian yang tepat dan ringkas, tapi tetap mencerminkan capaian siswa secara objektif.

Apa Itu Penilaian Kokurikuler dan Deskripsi Penilaiannya

Penilaian kokurikuler adalah evaluasi terhadap aktivitas siswa yang mendukung pembelajaran intrakurikuler, seperti proyek penguatan profil pelajar, kegiatan literasi, pentas seni, hingga proyek tematik lainnya.

Baca juga: Mengenal Penilaian Sumatif dalam Sitem Evaluasi Pendidikan

Berbeda dari penilaian akademik biasa, penilaian ini lebih menyoroti proses, sikap, dan keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung, bukan sekadar hasil akhir semata.

Sebelum menyusun deskripsi, guru perlu memperhatikan beberapa aspek utama berikut,

  • Partisipasi:  Keaktifan siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan;
  • Kerja Sama: Kemampuan siswa berkolaborasi dengan teman sekelompok;
  • Penerapan Materi: Sejauh mana siswa mampu mengaitkan aktivitas dengan konsep pembelajaran yang telah diajarkan;
  • Kreativitas: Ide atau inisiatif yang muncul selama proses kegiatan berlangsung;
  • Tanggung Jawab: Konsistensi siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selain itu, agar deskripsi penilaian lebih efektif dan bermakna, guru bisa memperhatikan beberapa hal seperti, gunakan bahasa yang positif dan membangun, meski siswa belum mencapai target maksimal.

Sertakan aspek yang spesifik, bukan generik, sesuai hasil observasi nyata selama kegiatan berlangsung, hindari kalimat yang terlalu panjangf, okuskan pada dua hingga tiga kalimat inti yang padat makna.

Sesuaikan deskripsi dengan Capaian Pembelajaran (CP) atau Tujuan Pembelajaran (TP) yang relevan dengan kegiatan tersebut, serta gunakan nama kegiatan atau tema proyek secara spesifik agar deskripsi tidak terkesan template kosong.

Baca juga: Rekomendasi 3 Web Kalkulator Nilai Rapor, "Peramal" Peluang Lolos SNBP

Menyusun deskripsi penilaian kokurikuler yang baik membutuhkan ketelitian dalam mengamati partisipasi, kerja sama, dan penerapan materi siswa selama kegiatan berlangsung.

Dengan mengikuti contoh dan tips di atas, guru dapat menyusun deskripsi yang tidak hanya informatif bagi orang tua, tetapi juga menjadi cerminan objektif atas perkembangan siswa dalam aktivitas kokurikuler yang telah diikuti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ruang Guru

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU