Pelatihan bahasa Inggris yang diinisiasi mahasiswa Undip. (Z Creators/Amadeus Bintang)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menggelar pelatihan strategi kesantunan dalam berbahasa serta penggunaan bahasa Inggris gaul di media sosial. Program ini diinisiasi oleh Wahyu Ani Reyalita, mahasiswa Sastra Inggris yang tergabung dalam Tim KKN di desa tersebut.
Program ini dilaksanakan dikarenakan banyak remaja saat ini yang aktif menggunakan media sosial, dimana media sosial tersebut banyak menggunakan kata, frasa, dan ungkapan menggunakan bahasa Inggris yang juga sering disalahpahami oleh sebagian dari kita. Kegiatan ini dilaksanakan di Karang Taruna RW 12 Dusun Karangmendeng, Desa Gebyog pada Kamis, 1 Agustus 2024.
Kegiatan edukasi dimulai dengan presentasi yang menjelaskan konsep Politeness Strategy, yaitu teknik berkomunikasi yang mempertimbangkan norma kesopanan dan etika dalam menyampaikan pesan.
Wahyu Ani menekankan pentingnya strategi ini di era digital, di mana komunikasi seringkali dilakukan tanpa tatap muka, sehingga risiko salah paham menjadi lebih tinggi.
"Memahami bagaimana bersikap sopan dalam bahasa, terutama di media sosial, sangat penting untuk menjaga hubungan dan menghindari konflik," ujar Wahyu Ani dalam penjelasannya.
BACA JUGA: Mahasiswa Undip Gelar Pelatihan Public Speaking kepada Guru di Solo
Selain itu, Wahyu Ani juga memperkenalkan bahasa Inggris gaul atau "slang" yang sering digunakan di media sosial. Ia menjelaskan bahwa meskipun bahasa gaul penting untuk menambah keakraban dalam komunikasi, penggunaannya tetap harus bijak dan tidak mengabaikan kesopanan.
Wahyu Ani memberikan contoh-contoh kata dan frasa gaul dalam bahasa Inggris, serta bagaimana cara menggunakannya dengan tepat dalam konteks sehari-hari.
Presentasi ini disambut dengan antusias oleh anggota Karang Taruna yang hadir. Mereka aktif Ketika diajak berdiskusi mengenai bagaimana bahasa Inggris telah banyak digunakan di media sosial.
Di akhir acara, Wahyu Ani menyerahkan booklet edukatif kepada perwakilan Karang Taruna. Booklet tersebut berisi ringkasan materi yang telah dipresentasikan, termasuk panduan praktis tentang Politeness Strategy dan daftar istilah bahasa Inggris gaul yang umum digunakan di media sosial.
Setelah karang taruna diberikan pemahaman mengenai politeness strategy dan bahasa gaul di media sosial, mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Karang Taruna juga diharapkan Desa Gebyog dapat lebih memahami pentingnya komunikasi yang efektif dan sopan di media sosial, serta mampu menggunakan bahasa Inggris dengan lebih percaya diri dan sesuai konteks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Pengalaman Langsung