Acara SEKATA oleh Kelompok 1 KKN UIN Jakarta.
INDOZONE.ID - Sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar teori, tapi juga jadi ruang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Agar tercipta lingkungan yang positif, Kelompok 1 KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tangerang Selatan, UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan acara SEKATA (Sekolah Aman, Nyaman, Kita Bahagia).
Acara ini dilaksanakan pada Jumat (15/8/2025), di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri 1 Tangerang Selatan. Fokus acaranya sangat jelas, yaitu mengajak siswa lebih peka dan berani melawan pelecehan seksual serta bullying di sekolah.
Baca juga: Tingkatkan Kesadaran K3, Mahasiswa KKN Undip Beri Penyuluhan kepada Perajin Tembaga di Dukuh Kupo
"Sekolah itu merupakan elemen penting bagi anak-anak, karena sekolah yang menemani tumbuh kembang anak. Saya mengharapkan acara ini bisa membawa keberkahan dan mendapatkan sesuatu yang bisa dibawa pulang, terutama pemahaman tentang menjalani sekolah dengan baik," ujar Dr. Johan Wahyudi M,Hum, selaku dosen pembimbing lapangan.
Dukungan penuh juga datang dari pihak sekolah. Harapannya, setelah ikut acara ini, siswa bisa menyimpan insight penting dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pertama disampaikan oleh Muhammad Fariqh Khatami yang membahas tuntas soal pelecehan seksual.
“Pelecehan seksual adalah salah satu bentuk kekerasan baik fisik maupun verbal,” jelas Fariqh.
Menurutnya, rasa penasaran remaja yang tinggi, apalagi soal menjalani hubungan percintaan, harus dibarengi dengan pemahaman yang benar. Kalau topik ini dianggap tabu, justru membuat kesadaran melindungi diri semakin lemah.
Tidak hanya sampai pada pemberian pemahaman tentang pelecehan dan bullying, Fariqh juga mengajak siswa SMKN 1 Tangerang Selatan untuk jadi agen perubahan.
“Jangan takut menyuarakan, jangan takut melaporkan, dan jangan takut mencegah pelecehan seksual di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Pada materi kedua, giliran Arrifqi Maulana Ibrahim yang cerita bagaimana pengalaman pribadinya menjadi korban bullying.
"Untuk menciptakan lingkungan yang aman, maka jadikan bullying adalah masalah bersama," Pesan Arrifqi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung