INDOZONE.ID - Di tengah berbagai tekanan psikologis yang kerap dialami siswa dalam mempelajari matematika, sekelompok dosen lintas Universitas Malikussaleh membawa angin segar bagi dunia pendidikan, Kamis (28/8/2025).
Melalui sebuah pelatihan inovatif yang menyasar guru-guru MGMP Matematika tingkat SMP se-Kota Lhokseumawe, para pendidik dilatih untuk menciptakan media pembelajaran berbasis gamifikasi dan multimedia interaktif.
Pelatihan ini digelar sebagai respons terhadap keresahan yang sudah lama dirasakan oleh para pendidik dan siswa.
Mata pelajaran matematika kerap dianggap menakutkan, abstrak, dan sulit didekati oleh sebagian besar siswa.
Ketika gagal dalam memahami konsep atau menghadapi soal yang rumit, banyak siswa yang mengalami kecemasan serta kehilangan kepercayaan diri.
Permasalahan ini diperburuk dengan keterbatasan fasilitas sekolah dalam menyediakan software atau aplikasi edukatif yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Selain itu, banyak guru juga belum memperoleh pelatihan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.
Akibatnya, proses belajar masih didominasi metode konvensional yang minim rangsangan visual dan jarang melibatkan emosi positif siswa.
Baca juga: 7 Study Hacks untuk Mahasiswa, Buat Kuliah Kamu Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Lhokseumawe.
Ketua MGMP, Ibu Sury Guswita Yani, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif pelatihan yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan guru di era digital saat ini.
Sementara itu, Plt Kadisdikbud Lhokseumawe, Ibu Nafsiah, S.Sos., turut hadir dan memberikan dukungannya secara langsung.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pembelajaran, terutama pada mata pelajaran yang selama ini dianggap berat seperti matematika.
“Pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana membangun generasi yang sehat secara mental. Pelatihan ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi pendidikan di daerah. Semoga ini bisa menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lainnya,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unimal.ac.id