Ilustrasi semangat kerjakan tugas saat malam (freepik)
INDOZONE.ID - Ada beberapa orang suka terbangun tengah malam bukan karena panggilan ke toilet atau haus, tapi rasanya pikiran segar dan penuh ide.
Kalau kamu alami burst energi seperti ini, tiba-tiba tangan nggak berhenti ngetik dan tau-tau semua tugas sudah kelar, kamu perlu waspada. Biarpun terasa luar biasa, ini bisa jadi tanda hiperenergi atau disebut juga mania.
Baca juga: Masih Suka Makan Mie Pakai Nasi? Ini Bahayanya dan 4 Alternatif Menu Sehat untuk Anak Kos
Bayangkan otak ibarat smartphone. Dipakai buka aplikasi seharian dengan layar paling terang, sementara baterai panas dan peringatan low battery sudah muncul berkali-kali tapi terus diabaikan sampai hilang sinyal untuk ngasih peringatan bahaya kehabisan baterai karena terlambat.
Kondisi ini sama seperti otak yang dipaksa jalan dengan kapasitas penuh seharian bahkan berhari-hari. Padahal sebenarnya, otak sedang “terbakar” karena dipaksa kerja di luar batasnya.
Baca juga: Kebiasaan Buruk Minum Kopi, Ini Cara Ngopi yang Benar ala Pemenang Video Kesmas K3 UNS
Masalahnya, banyak mahasiswa salah paham dengan efek mania ini. Kalau ngaku bangun jam 3 dini hari segar dan bisa aktif kayak dalam kondisi prima ke teman sekampus, bisa-bisa malah dikagumi karena terkesan “sibuk” dan “produktif banget.”
Padahal hiperenergi yang sering disalahartikan sebagai "mood ngejar deadline" ini bisa kasih efek samping serius.
Baca juga: Ini Kebiasaan Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru Mulai Sekarang
Setiap “ledakan energi” yang dimanjakan dan nggak dihentikan pasti ada harganya. Menurut penelitian International Bipolar Foundation, 92% orang merasa sangat hampa atau sedih setelah fase mania berakhir.
Secara fisik, tubuh juga bisa kena migrain, nyeri otot, sampai daya tahan tubuh drop karena burnout.
Baca juga: Maba Wajib Tahu! Ini Kebiasaan SMA yang Bikin Kamu Gagal di Kuliah
Jadi, gimana cara rem dan nggak kebablasan manjakan kebiasaan ini?
Produktif itu bagus, tapi jangan sampai terjebak dalam “hiperenergi” yang justru nguras tubuh dan pikiran. Ingat, hidup mahasiswa itu lebih kayak marathon ketimbang sprint.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@project.xo