Ilustrasi mahasiswa yang sedang menentukan jurusan kuliah (freepik.com)
INDOZONE.ID - Memilih jurusan kuliah gak hanya menentukan bidang studi selama empat tahun, tapi ikut menentukan arah karier, lingkungan belajar, dan peluang di masa depan.
Karena itu, keputusan dalam memilih jurusan perlu dibuat dengan pertimbangan matang. Ada beberapa faktor penting dalam menentukan jurusan yang sebaiknya dianalisis sebelum memilihnya.
Baca juga: Cari Jurusan yang Prospek Kerjannya Cerah? Ini Pilihan Jurusannya yang Paling Dicari Dunia Kerja
Setiap individu memiliki prioritas yang berbeda. Ada yang memprioritaskan minat, sementara sebagian lainnya lebih fokus pada potensi penghasilan atau ketersediaan pekerjaan setelah lulus.
Menentukan prioritas sejak awal membantu memfilter jurusan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan jangka panjang.
Minat memiliki peran besar dalam keberhasilan studi. Mahasiswa yang belajar di bidang yang disukai cenderung memiliki performa akademik lebih baik dan lebih tahan menghadapi tekanan.
Memahami apa yang membuat seseorang tertarik baik itu matematika, seni, desain, biologi, ekonomi, maupun teknologi bisa menjadi indikator awal jurusan yang cocok.
Setiap jurusan punya tuntutan keterampilan tertentu. Ada jurusan yang menuntut kemampuan berhitung kuat, ada yang membutuhkan pemahaman literasi tinggi, ada pula yang fokus pada praktik dan kreativitas.
Mengevaluasi kemampuan diri berdasarkan nilai sekolah, gaya belajar, atau hasil tes bakat bisa menjadi panduan memilih jurusan yang realistis dan sesuai dengan kapasitas diri.
Faktor ini menjadi salah satu yang paling sering dipertimbangkan. Setiap jurusan memiliki prospek yang berbeda. Bidang STEM, bisnis, kesehatan, dan teknologi informasi seringkali masuk kategori dengan kebutuhan tenaga kerja tinggi.
Sementara bidang seni dan humaniora juga memiliki peluang besar ketika dipadukan dengan keterampilan tambahan seperti digital marketing, desain, atau komunikasi.
Memahami tren industri dan prediksi kebutuhan tenaga kerja dapat membantu membuat keputusan yang lebih strategis.
Beberapa jurusan memiliki beban studi yang lebih berat, baik dari segi teori maupun praktik. Misalnya, kedokteran membutuhkan waktu studi lebih panjang, sementara teknik dan sains menuntut banyak praktikum serta proyek.
Mengetahui seberapa besar tingkat kesulitan dan kesiapan diri menghadapi tuntutan ini akan membantu menentukan apakah jurusan tersebut cocok dijalani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bestcolleges.com