Ilustrasi mahasiswa melakukan demo (Freepik)
INDOZONE.ID - Melek politik bagi mahasiswa bukan berarti harus selalu turun ke jalan, melainkan tentang memiliki kesadaran kritis untuk mengamati, menilai, dan menyampaikan aspirasi publik.
Ada 7 alasan utama mengapa mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih untuk melek politik:
Baca juga: Kamu Punya MBTI Ekstrovert? Ini Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Kamu si Mahasiswa Ekstrovert
Mahasiswa dikenal sebagai Agent of Change. Keterlibatan mereka dalam politik terbukti memberikan dampak besar untuk kemajuan demokrasi.
Dengan melek politik, mahasiswa mampu memahami struktur kekuasaan, relasi sosial, dan dinamika kebijakana.
Hal ini penting untuk dimiliki agar mahasiswa bukan hanya sekadar menjadi pengamat tetapi juga dapat pemantik perubahan.
Kebijakan politik juga dapat berdampak langsung pada mahasiswa dan memengaruhi kehidupan akademik, misalnya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT), regulasi magang, atau sistem pendidikan.
Semuanya adalah kebijakan politik. Jika mahasiswa melek politik, mereka tidak akan buta perihal kebijakan tersebut.
Mahasiswa bisa terlibat di dalam forum diskusi publik, audiensi dengan DPR atau bahkan terlibat langsung dalam perumusan kebijakan politik.
Baca juga: Keren! Universitas Airlangga Raih Juara 1 Kampanye Komunikasi Publik dari Kemkomdigi
Perlu diketahui bahwa demokrasi memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, termasuk generasi muda yang intelektual seperti mahasiswa.
Mahasiswa diharapkan dapat menjadi suara rakyat yang murni dan ilmiah, bebas dari bias aspek-aspek lain, karena mahasiswa biasanya mempunyai pola pikir luas dan terbuka.
Baca juga: 7 Jenis Kepercayaan Diri yang Perlu Dimiliki Mahasiswa untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anakteknik.co.id