INDOZONE.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Petra Christian University (PCU) melalui program Kampung Binaan Mahasiswa (KBM) IX mengadakan solusi pembuatan edible plastic (plastik yang dapat dimakan) dan ecobricks.
Upaya tersebut dilakukan untuk menanggapi tantangan tentang sampah plastik yang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terurai.
Kegiatan ini diadakan di Kantor Kelurahan Siwalankerto pada 22 November 2025,dan mengajak warga setempat untuk beralih dari produk plastik sekali pakai menuju material berkelanjutan.
Baca juga: LSPR Institute Edukasi Siswa SMA Lewat “Shred & Thread Project”, Solusi Bisnis dari Isu Lingkungan
Kegiatan tersebut dipandu oleh dua dosen Food Technology PCU, Dr. Renny Indrawati, S.TP., M.Nat.Sc., M.Si., dan Yosinta Christie Setiabudi, S.T.P., M.Sc.
Fokus sesi pertama adalah kreasi edible plastic sebagai jawaban untuk kemasan makanan dan minuman. Total 43 kelompok mahasiswa berpartisipasi, dan setiap tim didampingi oleh satu warga untuk belajar bersama.
Menurut Ketua Panitia KBM IX, Marcell Nathaniel Julian, mereka belajar langkah demi langkah proses pembuatan edible plastic secara sederhana.
“Mahasiswa dan warga saling belajar langkah demi langkah proses pembuatan edible plastic secara sederhana, yaitu dengan mencampurkan bahan-bahan alami seperti tepung tapioka, gliserol, dan air, kemudian dipanaskan hingga membentuk lembaran plastik yang dapat terurai dan bahkan aman untuk dikonsumsi,” jelas Marcell.
Mahasiswa dan warga juga langsung mempraktikkannya dengan menggunakan plastik tersebut untuk menaruh teh, kopi, dan gula sebelum diseduh.
Proses pembuatan edible plastic (petra.ac.id)
Selain memperoleh keterampilan baru, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi dan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pada hari kedua, KBM IX melanjutkan dampaknya dengan mengajak 33 tim mahasiswa membuat ecobricks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Petra.ac.id