Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 13:05 WIB

Sebelum Serius ke Kedokteran, Ini Alasan Kenapa Pendidikan Dokter Gak Ada Jalur Singkat

Sebelum Serius ke Kedokteran, Ini Alasan Kenapa Pendidikan Dokter Gak Ada Jalur SingkatIlustrasi mahasiswa kedoteran. (freepik.com)

IDNOZONE.ID - Dokter adalah salah satu cita-cita paling populer, tapi di balik profesi yang terlihat prestisius itu, ada proses pendidikan yang panjang, penuh ujian, dan membutuhkan komitmen serius. 

Banyak yang penasaran kenapa dokter butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa mengambil sumpah dokter, padahal di profesi lain ada jalur cepat yang hanya butuh beberapa bulan pelatihan. Ini dia lima alasan utama kenapa pendidikan dokter gak bisa dipercepat.

Baca juga: 10 PTN dengan Jurusan Kedokteran Terbaik Versi EduRank 2025

1. Ilmunya Banyak dan Saling Terhubung

Ilmu kedokteran mencakup anatomi, fisiologi, biokimia, patologi, farmakologi, mikrobiologi, hingga blok penyakit dan skill klinis. 

Semua materi wajib dipahami secara komprehensif karena satu kesalahan kecil bisa berdampak besar pada keselamatan pasien. Kedalaman dan keluasan ilmu inilah yang membuat masa studi dokter gak mungkin dipadatkan hanya dalam beberapa bulan.

2. Wajib Turun ke Rumah Sakit

Setelah fase teori, mahasiswa kedokteran wajib menjalani masa koas selama dua tahun di rumah sakit. Di fase ini, mereka harus:

  • Menjaga IGD
  • Mengikuti visite
  • Belajar komunikasi dengan pasien
  • Ikut jaga malam

Fase koas inilah yang menjadi “sekolah sebenarnya,” tempat calon dokter belajar menangani pasien langsung dan memahami ritme kerja di fasilitas kesehatan.

3. Belajar Lewat Kasus Nyata

Dokter dilatih untuk memecahkan masalah sehari-hari dalam bentuk kasus. Pertanyaan yang harus dijawab gak lagi sekadar teori, tapi situasi nyata seperti:

  • “Apa keluhannya?”
  • “Kenapa tubuh bisa bereaksi seperti itu?”
  • “Obat mana yang paling aman?”

Analisis klinis gak bisa dilatih hanya lewat buku harus dibentuk dari pengalaman menghadapi pasien sesungguhnya.

4. Ujiannya Banyak dan Berlapis

Pendidikan kedokteran penuh dengan evaluasi kompetensi dan itu mencakup:

  • Ujian blok
  • Skill lab
  • OSCE
  • Ujian komprehensif
  • UKMPPD (Ujian Nasional Profesi Dokter)

Semua ujian ini menentukan kelayakan lulusan sebelum akhirnya diizinkan sumpah dokter. 

5.Tanggung Jawabnya Besar

Profesi dokter bukan pekerjaan biasa. Lulusan kedokteran memegang tanggung jawab besar pada keselamatan manusia. Karena itu, setiap calon dokter wajib memiliki kompetensi yang benar-benar teruji, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan. 

Baca juga: Jurusan Kedokteran Selalu Mahal? Ini 5 Alasan di Balik Biaya Kuliah yang Fantastis

Dengan proses belajar yang intens, praktik langsung, dan tanggung jawab besar, pendidikan kedokteran memang harus ditempuh secara bertahap dan gak bisa diburu-buru. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@masukkampus_fk

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sebelum Serius ke Kedokteran, Ini Alasan Kenapa Pendidikan Dokter Gak Ada Jalur Singkat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!