INDOZONE.ID - Angga Maulana Haetami, mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika Universitas Negeri Malang sukses mengharumkan nama kampus di kancah international lewat ajang International Youth Excursion Network (IYEN), yang digelar pada 12-15 Januari 2026 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pemuda yang akrab dipanggil Angga ini berhasil mengembangkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Sustainable Development Goals (SDGs) secara inovatif.
Menurutnya, ajang IYEN ini bukan hanya sekadar perlombaan saja, namun juga menjadi wadah untuk berani mengembangkan gagasan dan ide.
“Saya tertarik mengikuti program ini karena bukan hanya soal lomba, tetapi bagaimana ide yang dibuat bisa berdampak sosial dan berkelanjutan,” jelasnya.
Baca juga: Lulus dalam 3 Tahun 4 Bulan, Rohani Nababan Dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik FEB Unila
Di sisi lain, Angga juga merupakan anggota dari tim Ecosteps.id. yakni sebuah tim yang bergerak di bidang kepedulian lingkungan.
“Kami menyesuaikan masalah lingkungan dengan target SDGs agar solusinya relevan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Angga.
Ia bersama tim memilih SDGs point 11, 12, dan 14, yang berfokus pada pengembangan kota dan komunitas secara berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), konsumsi dan produksi bertanggung jawab (Responsible Consumption and Production), dan ekosistem laut (Life Below Water).
Selama persiapan, mereka mengalami kendala dalam menyinkronkan point di SDGs dengan konsep yang diusung. Hal itu menjadi tantangan, karena mereka berharap SDGs dan konsep tersebut dapat direalisasikan bersamaan dengan tepat.
Baca juga: Cegah Hipertensi di Kalangan Masyarakat, Mahasiswa PKL FIKKIA Unair Perkenalkan Program "SIKUAT"
Perjalanan panjang penuh lika-liku itu akhirnya berbuah manis. Secara individu, Angga membawa pulang prestasi sebagai juara 1 sebagai The Most Favorite Delegate.
Sementara itu, bersama timnya, ia menoreh juara 2 sebagai Best Video Innovation dan juara 3 Best Project Innovation.
“Tidak menyangka ide sederhana kami bisa diterima dengan baik di forum internasional,” jelasnya.
Pencapaian berharga ini membuat Angga belajar akan pentingnya membangun kolaborasi lintas budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Um.ac.id