INDOZONE.ID - Melalui kemitraan dengan PT Bayan Resources Tbk, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meresmikan Program Beasiswa Bayan Peduli yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 27 Januari 2025 di kampus ITS.
Baca juga: Unhan RI Kerja Sama dengan TNI Pasang Mesin Penjernih Air untuk Korban Bencana Sumatra
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Dr. Nurul Widiastuti, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah ITS untuk memastikan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa.
“ITS berkomitmen tidak boleh ada satupun mahasiswa yang berhenti kuliah karena kesulitan biaya,” ungkapnya.
Prof. Nurul juga melihat peluang besar untuk memperluas cakupan kerja sama, mulai dari program magang, riset bersama, hingga kuliah tamu.
Apalagi, ITS kini memiliki program studi baru, yakni Teknik Pertambangan yang sangat berkaitan erat dengan fokus bisnis utama PT Bayan Resources Tbk.
Baca juga: Mengabdi Lewat Pendidikan: Peran Dr. Nur Subekti dalam Mendirikan Prodi Pendidikan Jasmani UMS
Program Beasiswa Bayan Peduli tercatat sebagai program bantuan pendidikan dari pihak swasta dengan manfaat paling komprehensif di ITS.
Pada angkatan (batch) ketiga tahun 2026 ini, sebanyak 40 mahasiswa baru terpilih sebagai penerima manfaat.
Bantuan dirancang untuk menjamin kelancaran studi mahasiswa selama empat tahun penuh atau delapan semester.
Baca juga: Kenalkan Luca dan Luna: Boneka Interaktif Karya Mahasiswa Ubaya untuk Lindungi Anak dari Pelecehan
Fasilitas yang diberikan sangat beragam guna mendukung kebutuhan akademik maupun keseharian mahasiswa, antara lain:
Ahmad Syahrullah, perwakilan CSR Bayan Peduli, menjelaskan bahwa program Beasiswa Bayan Peduli awalnya dimulai pada 2022 dengan fokus di wilayah Kalimantan Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id