INDOZONE.ID - Dua mahasiswa Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, berhasil mengharumkan nama bangsa dan kampus di kancah internasional usai pulang menjadi juara 1 kategori International Scientific Poster Competition, pada perhelatan The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) 2025.
Tim yang terdiri dari Rafael Gerrard, Evelyn Nathania Prasetyo, dan Shifa Maharani, kompak berbagi tugas dalam mempersiapkan karya.
Sebagai ketua tim, Rafael mengepalai jalannya diskusi dan alur pengerjaan poster. Sementara itu, Evelyn bertugas merancang poster dengan visual yang menarik. Hasil poster yang telah didesain kemudian ditinjau ulang dan disempurnakan oleh Shifa Maharani.
“Kami berusaha membangun kerja tim yang solid dengan saling melengkapi peran masing-masing,” jelas tim secara kompak.
Baca juga: Di Usia 35 Tahun, Wanita Asal Papua Ini Berhasil Jadi Lulusan Dokter Spesialis Tercepat di UGM
Mereka mengangkat sebuah isu yang masih jarang dibahas di dunia kedokteran gigi, yakni isu tentang kaitan antara penyakit periodontal dan preeklampsia.
Dilansir dari laman resmi Unair, penyakit periodontal kerap dianggap sebagai gangguan mulut ringan oleh masyarakat. Padahal, penyakit ini berakibat fatal bagi ibu hamil jika tidak ditangani lebih lanjut.
“Kami ingin menekankan bahwa kesehatan periodontal berperan penting dalam menjaga kesehatan sistemik selama kehamilan," tambah mereka.
Desain poster yang tim persembahkan menghasilkan sebuah analisis, yakni periodontitis kronis dapat memicu peradangan dengan meningkatkan zat-zat pemicu radang di dalam tubuh. Penyakit tersebut sekaligus dapat menurunkan fungsi sel yang berperan menekan peradangan yang sedang dialami.
Baca juga: Belajar Sambil Bermain, Ratusan Anak TK Meriahkan Festival Gerak Dasar FIKK UNJ
Untuk memudahkan bagi para pembaca, poster tersebut mereka susun dan desain dengan menggunakan alur dan bahasa yang jelas, serta visual menarik untuk memperkuat analisis yang diangkat.
Penyusunan karya poster pun tak berjalan mulus. Tim mengaku mengalami kendala dalam membagi waktu, mengingat salah satu anggota sedang menjalankan program pertukaran pelajar di luar negeri dengan perbedaan zona waktu.
Pencapaian ini menjadi penyemangat bagi tim untuk terus konsisten aktif berpatisipasi dalam kegiatan ilmiah di waktu yang akan mendatang.
“Keberanian untuk mencoba adalah langkah awal yang paling penting,” pungkas tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id