Ilustrasi mahasiswa melihat nilai IPK turun (Freepik)
INDOZONE.ID - Penurunan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sering membuat mahasiswa merasa cemas dan kehilangan percaya diri.
Banyak mahasiswa menganggap ini karena mata kuliah yang sulit atau dosen terlalu ketat dalam memberi nilai.
Padahal, dalam banyak kasus, IPK menurun justru dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang sering tidak disadari oleh mahasiswa.
Berikut tujuh kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa sehingga IPK mereka menurun.
Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus
Sebagian mahasiswa merasa bahwa yang terpenting adalah nilai ujian, sehingga kehadiran di kelas sering dianggap tidak terlalu berpengaruh.
Padahal, banyak kampus yang memiliki bobot penilaian tersendiri untuk kehadiran, yang biasanya berkisar antara 10–15 persen.
Selain itu, saat berada di kelas, mahasiswa bisa mendapatkan penjelasan tambahan, contoh soal, atau petunjuk mengenai materi ujian yang tidak selalu tertulis di buku atau slide presentasi.
Jika sering tidak hadir, mahasiswa berisiko kehilangan pemahaman penting yang dapat membantu mereka ketika ujian.
Belajar hanya satu malam sebelum ujian memang terkadang terasa efektif, tetapi kebiasaan tersebut sebenarnya tidak baik untuk jangka panjang.
Metode belajar seperti ini membuat informasi hanya tersimpan sementara dalam ingatan dan mudah dilupakan.
Akibatnya, ketika menghadapi ujian yang membutuhkan pemahaman materi secara mendalam, mahasiswa akan kesulitan karena tidak memiliki dasar pengetahuan yang kuat.
Belajar perlahan secara bertahap dan rutin jauh lebih efektif dibandingkan belajar secara mendadak.
Mengikuti organisasi kampus sangat bermanfaat untuk melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan mahasiswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id