INDOZONE.ID - Fajar Nur Adnan, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota ITB angkatan 2022, baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Ia berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Esri Young Scholar Award (EYSA) Indonesia 2026, berkat riset mendalamnya mengenai ancaman suhu panas di Cekungan Bandung.
Kompetisi bergengsi ini menantang mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 di seluruh Indonesia untuk memecahkan masalah lingkungan dan perkotaan menggunakan teknologi geospasial. Fajar tampil unggul dengan karya ilmiah bertajuk "The Heat That Hides: Silent Surge in The Bandung Basin’s Temperature."
Dalam risetnya, Fajar membedah fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI), yaitu kondisi di mana suhu permukaan area perkotaan jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Fokusnya adalah lonjakan panas ekstrem yang melanda Cekungan Bandung sepanjang tahun 2024.
Dengan bantuan teknologi machine learning, ia memetakan variabel perkotaan hingga skala detail 1 km² untuk mencari tahu penyebab utama kenaikan suhu tersebut.
Baca juga: Tips Mengelola THR Lebaran bagi Mahasiswa: Prioritaskan Kebutuhan dan Tabungan
“Melalui penelitian ini, saya ingin melihat secara lebih spesifik variabel apa saja yang paling berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan di Cekungan Bandung, sehingga intervensi kebijakan nantinya bisa lebih tepat sasaran,” ujar Fajar.
Ketertarikan Fajar pada isu perubahan iklim menjadi bahan bakar utama proyek ini. Ia mengadaptasi metode analisis yang biasanya digunakan di kota besar dunia, lalu menerapkannya pada dinamika unik wilayah cekungan seperti Bandung.
Harapannya, riset ini tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tapi juga masukan nyata bagi kebijakan mitigasi iklim lokal.
Tentu saja, proses ini tidak mudah. Fajar harus berjibaku mengumpulkan dan menyatukan data penginderaan jauh yang memiliki format serta resolusi yang berbeda-beda.
Baca juga: FIKES UB Hadirkan Layanan Analisis Komposisi Tubuh dengan Teknologi InBody 970 yang Lebih Akurat
Tantangan lainnya adalah bagaimana mengubah data teknis yang rumit menjadi narasi visual yang menarik melalui ArcGIS StoryMaps agar mudah dipahami publik.
“Melalui penelitian ini, saya ingin melihat secara lebih spesifik variabel apa saja yang paling berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan di Cekungan Bandung, sehingga intervensi kebijakan nantinya bisa lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Ia juga memberikan pesan semangat bagi rekan-rekan mahasiswanya untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba berkompetisi di luar kampus guna mengasah kapasitas diri dan membangun jejaring profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id