Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 20:00 WIB

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Kembangkan Olahan Lele Bernilai Gizi Tinggi

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Kembangkan Olahan Lele Bernilai Gizi TinggiMahasiswa KKN UAD bersama peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tegalkopen, Yogyakarta. (news.uad.ac.id)

INDOZONE.ID - Perkuat nilai sosial melalui pengabdian masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Periode ke-103 Unit I.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) turun langsung ke tengah-tengah masyarakat Tegalkopen, Yogyakarta.

Dengan menargetkan ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, panitia menghadirkan kegiatan pengolahan hasil budidaya lele yang menjadi salah satu komoditas unggulan di kawasan tersebut.

Menurut ketua tim KKN, agenda tersebut bukan sebatas formalitas untuk menyelesaikan program KKN semata, namun warga setempat diharapkan dapat mendorong Pokdarwis dalam menciptakan produk lokal khas Tegalkopen.

Kami ingin mengubah pola pikir bahwa lele hanya bisa digoreng. Dengan inovasi pengolahan, ibu-ibu Pokdarwis bisa menciptakan produk dengan merek lokal Tegalkopen yang mampu menembus pasar, sekaligus memastikan anak-anak di Tegalkopen mendapatkan asupan protein terbaik untuk mencegah stunting,” tuturnya.

Baca juga: Ribuan Jemaah Padati Kampus, Universitas Brawijaya Gelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H

Kegiatan pelatihan tersebut menghadirkan materi seputar strategi meningkatkan nilai jual hasil panen, potensi risiko kegagalan budidaya, hingga tantangan penurunan harga saat produksi melimpah, yang diharapkan dapat membantu para pembudidaya lele di Tegalkopen dalam mengelola usahanya dengan lebih baik.

Para peserta yang hadir mengikuti pelatihan dengan rasa antusias yang tinggi. Mereka juga melihat langsung cara mengelola ikan lele agar dapat disulap menjadi tahu bakso lele dan sempol lele yang bebas pengawet dari panitia.

Salah satu perwakilan Pokdarwis yang hadir, mengaku kewalahan saat harga lele di pengepul kerap turun drastis hingga Rp15.000/kg.

Berkat pelatihan ini, peserta dapat memanfaatkan potensi lain agar lele yang diternakkan memiliki nilai jual hingga dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Keren! GM Makin Mendunia, 28 Bidang Studi Masuk Ranking QS 2026

Acara kemudian ditutup dengan sesi mencicipi berbagai olahan hasil pelatihan yang dilakukan bersama para peserta, sehingga mereka dapat merasakan langsung hasil dari proses yang telah dipelajari selama kegiatan.

Selain itu, panitia juga membagikan modul resep dalam format digital sebagai panduan praktis agar peserta dapat mencoba kembali di rumah secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul inisiatif baru dari masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis olahan lele, sehingga dapat mendorong lahirnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tegalkopen.

Program ini juga diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sebagai langkah mendukung terciptanya generasi yang sehat dan bebas dari stunting.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News.uad.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Kembangkan Olahan Lele Bernilai Gizi Tinggi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!