Universitas Gadjah Mada (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Program Studi Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih pencapaian luar biasa di kancah internasional.
Berdasarkan hasil pemeringkatan terbaru dari QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026, bidang Antropologi UGM masuk dalam jajaran 51-100 besar dunia.
Baca juga: Sejarah Baru FIB Undip! Arts & Humanities Resmi Masuk Radar Dunia di QS WUR by Subject 2026
Di tingkat nasional, posisi ini menempatkan UGM sebagai perguruan tinggi terbaik nomor satu di Indonesia untuk bidang tersebut, mengungguli Universitas Indonesia (UI) yang berada di peringkat kedua dan Universitas Airlangga (Unair) di peringkat ketiga.
Menanggapi keberhasilan tersebut, Dr. Agung Wicaksono selaku Kepala Departemen Antropologi FIB UGM, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas dedikasi seluruh anggota kampus.
“Salah satu kunci keberhasilan ini adalah memberikan kebebasan untuk dosen-dosen agar bisa fokus pada sesuatu yang mereka sukai,” jelasnya.
Menurutnya, ketika dosen fokus pada bidang yang sesuai dengan minat mereka, itu akan memberikan dampak positif yang nyata pada kualitas pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain kebebasan riset, kolaborasi dengan mitra internasional juga menjadi fondasi yang kuat bagi departemen ini.
Baca juga: Kupas Tuntas Fakultas di UB: Dari Akreditasi Internasional hingga Jurusan Paling Diminati
Para staf pengajar aktif menjalin hubungan dengan kolega dari berbagai negara, untuk memastikan riset yang dilakukan tetap relevan dan berkelanjutan.
Pertukaran pengetahuan dianggap penting untuk menyiapkan generasi masa depan dalam menghadapi dinamika dunia yang terus berubah.
Dari sisi pendanaan, Departemen Antropologi UGM telah menjalin kemitraan dengan perusahaan luar negeri guna mendukung pembiayaan riset berskala internasional.
Hal ini diimbangi dengan pembaruan kurikulum pendidikan secara konsisten. Setiap mata kuliah diwajibkan mengalami perubahan materi sebesar 10 hingga 30 persen, dengan menyertakan referensi terbaru agar mahasiswa selalu mendapatkan ilmu mutakhir.
“Kami juga mendorong internasionalisasi melalui program IUP dan mengundang dosen-dosen dari luar negeri,” tutur Agung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id