Ilustrasi mata kuliah Teknik Geodesi (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang awam yang masih menganggap mahasiswa atau lulusan Teknik Geodesi hanya sekadar "tukang ukur tanah" yang bekerja di bawah terik matahari dengan alat theodolite.
Namun, kenyataannya jauh lebih canggih dari itu. Sarjana Teknik Geodesi adalah seorang ahli geomatika yang menjadi jembatan antara bumi fisik dengan dunia digital 3D.
Mereka memegang peran penting dalam memastikan presisi pembangunan infrastruktur raksasa.
Baca juga: Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Pengering Mie, Solusi UMKM di Tengah Cuaca Tak Menentu
Kurikulum Teknik Geodesi masa kini telah bertransformasi menjadi integrasi antara ilmu kebumian dan teknologi informatika. Berikut adalah beberapa fokus keilmuannya:
Bukan sekadar menerbangkan drone, ahli geodesi menggunakan teknologi ini untuk pemetaan udara dan citra satelit guna menciptakan model 3D permukaan bumi yang sangat detail.
Berfokus pada pengelolaan dan analisis data berbasis lokasi untuk pengambilan keputusan penting, seperti memetakan potensi bencana alam.
Menggunakan satelit untuk menentukan posisi dengan presisi tinggi, tujuannya untuk memantau pergerakan tanah atau mendukung pembangunan proyek besar.
Mempelajari pemetaan bawah laut (batimetri) menggunakan sonar, yang sangat dibutuhkan oleh industri minyak dan gas lepas pantai (migas), pembangunan pelabuhan, hingga penentuan batas wilayah laut negara.
Melibatkan pemetaan pertanahan digital dan pengukuran akurasi tinggi untuk konstruksi bangunan bertingkat atau jembatan.
Baca juga: Keren! Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera Juara 1 Industrial Experience 2026 Berkat Inovasi AFR
Karena keahlian yang dimiliki sangat spesifik dan krusial, lulusan Teknik Geodesi memiliki peluang karier yang sangat cerah dengan kompensasi yang kompetitif. Beberapa prospek kerjanya meliputi:
Bekerja sebagai surveyor lepas pantai atau ahli hidrografi di perusahaan energi raksasa seperti Schlumberger atau Caltex dengan gaji yang tinggi.
Tenaga ahli geodesi sangat dibutuhkan untuk pemetaan dasar, perencanaan, hingga pengawasan konstruksi di IKN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan