Peserta UTBK Mengalami Dispepsia, Tim Kesehatan UB Meresponsnya dengan Cepat. (ub.ac.id)
INDOZONE.ID - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Brawijaya (UB) 2026 berlangsung dengan dukungan penuh dari tim kesehatan kampus.
Selama periode ujian yang berlangsung sejak 21 hingga 26 April 2026, tim medis UB menunjukkan kesiapsiagaan tinggi dalam menangani berbagai keluhan kesehatan peserta agar proses seleksi tetap berjalan lancar.
Baca juga: CIMSA FK USK Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat : Tingkatkan Akses Kesehatan bagi Pasien Tunarungu
Salah satu kejadian menonjol terjadi pada hari terakhir pelaksanaan ujian, di mana seorang peserta dilaporkan mengalami gejala mual dan nyeri pada ulu hati ketika sedang mengerjakan ujian.
Tim medis segera bertindak cepat untuk memberikan pertolongan. Koordinator Tim Kesehatan UTBK UB, drg. Miftakhul Cahyati, Sp.PM, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, peserta tersebut didiagnosis menderita dyspepsia.
Proses penanganan dimulai dengan tim dokter melakukan pengecekan riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik singkat sebelum memberikan obat-obatan yang sesuai dengan keluhan peserta.
"Tidak diperlukan perawatan medis lebih lanjut. Setelah diberi obat, keluhannya berkurang dan peserta bisa meneruskan ujian," ujarnya.
Selain kasus dispepsia, tim kesehatan juga menghadapi situasi unik lainnya, yaitu adanya peserta yang menderita penyakit cacar air.
Baca juga: Dosen UGM Kembangkan Vaksin Baru Berbasis Isolat Lokal untuk Atasi Penyakit Tetelo pada Unggas
Untuk mengantisipasi risiko penularan kepada peserta lain di ruangan yang sama, tim medis dengan sigap menyiapkan ruang isolasi khusus bagi peserta tersebut.
Langkah antisipatif ini diambil agar peserta yang sakit tetap mendapatkan haknya untuk mengikuti ujian dengan tenang, sekaligus memastikan keselamatan kesehatan bagi peserta lainnya.
Secara keseluruhan, Universitas Brawijaya mengerahkan sebanyak 18 personel medis untuk mengawal jalannya UTBK selama enam hari berturut-turut.
Drg. Miftakhul menyatakan bahwa masalah kesehatan yang muncul secara umum tergolong ringan dan jumlahnya relatif sedikit.
Untungnya, tidak ada kasus serius yang memerlukan rujukan ke rumah sakit atau penanganan darurat yang berat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ub.ac.id