Acara UI Open Days 2026 (Indozone/Salsabila Az Zahra)
INDOZONE.ID – Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mempertahankan berbagai program studi (prodi) yang dianggap sebagai bagian dari identitas kampus.
Kebijakan ini diambil meskipun beberapa program studi, seperti Sastra Jawa dan Sejarah, memiliki jumlah mahasiswa yang relatif sedikit ketimbang prodi populer lainnya.
Baca juga: Prediksi 3 Prodi yang Akan Ditutup Pemerintah: Calon Mahasiswa Wajib Tahu!
Dalam acara acara UI Open Days yang diselenggarakan pada Sabtu (2/5/2026), Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI, Dr. drg. Nia Ayu Ismaniati, MDSc., Sp. Ort (K)., Subsp. D.D.T.K., mengungkapkan bahwa berbagai program studi di rumpun humaniora memiliki peran penting.
UI menyadari bahwa ilmu-ilmu ini memegang peranan vital dalam pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa Indonesia.
"Karena memang kalau dari prodi-prodi humaniora, misalnya Sejarah gitu ya, atau prodi Sastra Jawa, di mana mungkin jumlah tidak terlalu banyak, tetapi tidak ada niatan juga untuk ditutup," jelas Nia.
Keputusan tersebut diambil karena UI melihat adanya nilai kekayaan intelektual dan keunikan yang tidak dapat ditemukan di lembaga pendidikan tinggi lainnya.
Baca juga: Program Koneksi Pererat Hubungan Indonesia-Australia di Bidang Pendidikan dan Riset
Pihak universitas percaya, bahwa dengan mempertahankan prodi, seperti Sastra Jawa, UI berperan langsung dalam menjaga literatur dan kearifan lokal, supaya tetap memiliki wadah formal untuk dipelajari dan dikembangkan secara ilmiah.
Langkah UI dalam mempertahankan prodi Humaniora juga menunjukkan bahwa universitas tidak hanya berfungsi sebagai pencetak tenaga kerja, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi ilmu pengetahuan yang membentuk jati diri bangsa.
Dengan tetap dibukanya berbagai prodi tersebut, generasi muda diharapkan tetap memiliki akses untuk memahami akar masa lalu melalui kurikulum yang terjamin kualitasnya di UI.
Komitmen ini membuktikan, bahwa bagi UI, keunikan dan nilai historis sebuah program studi jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar angka popularitas.
Baca juga: Urban Farming di Kampus, Vokasi UI Gelar Panen Tanaman Herbal 2026
Dengan dukungan penuh dari pihak universitas, prodi Sastra Jawa dan Sejarah, akan terus eksis untuk mencetak pakar-pakar baru yang akan menjaga kekayaan budaya Indonesia di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan