INDOZONE.ID – UPI secara resmi meluncurkan program pengembangan Desa Eduwisata dan Rafting Keluarga pada 03 Mei 2026, di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.
Program tersebut merupakan bagian dari pelasanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang difokuskan pada pemberdayaan desa binaan.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa USU Dongkrak Ekonomi Desa Cempa Lewat Inovasi Teknologi dan Ekonomi
Pengembangan potensi wisata di Tanjungwangi tidak dilakukan sendirian. Terdapat kolaborasi kuat antara dua kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dipimpin oleh pakar di bidangnya, yaitu Dr. Asep Mahpudz, M.Si. dan Prof. Dr. Elly Malihah Setiadi, M.Si.
Fokus utama mereka adalah memberikan pendampingan dalam hal pendidikan lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, serta menjaga kelestarian budaya setempat agar menjadi daya tarik wisata yang bermakna.
Dr. Asep Mahpudz menjelaskan bahwa program yang diselenggarakan merupakan proyek jangka panjang yang dirancang untuk berkelanjutan selama lima tahun ke depan.
“Sejak 2024 kami telah menginisiasi beberapa program unggulan, mulai dari Desa Wisata, pipanisasi, hingga pengolahan sampah. Seluruh kegiatan ini berbasis inovasi warga dan didukung penuh oleh SK Rektor,” paparnya.
Untuk memastikan operasional rafting berjalan lancar, UPI memberikan bantuan berupa perlengkapan yang akan dibutuhkan, di antaranya 4 unit perahu karet, serta masing-masing 24 buah helm pelindung dan pelampung.
Tak hanya modal fisik, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi prioritas. UPI berencana mendatangkan pelatih profesional dari Pangalengan untuk mendidik pemuda Karang Taruna setempat agar menjadi pemandu rafting yang ahli dan kompeten.
Baca juga: Keren! UPI Ajari Cara Ubah Sampah Jadi Kompos hingga Cuan
Sementara itu, Prof. Dr. Elly Malihah Setiadi menekankan bahwa Tanjungwangi akan diarahkan menjadi wisata berbasis laboratorium.
“Wilayah ini diarahkan menjadi laboratory-based tourism, khususnya bagi program studi kepariwisataan di UPI,” ungkap Elly.
Mengenai keamanan air sungai, Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, SE, memastikan bahwa Sungai Cileuleuy Udik sangat aman dari polusi industri karena tidak ada pabrik di area hulu.
Pihak desa juga terus berkoordinasi dengan BBWS terkait izin penggunaan sungai demi kepentingan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita.upi.edu