INDOZONE.ID - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), menggelar kegiatan daur ulang puluhan pipa bekas untuk dialihfungsikan menjadi sumur resapan atau yang dikenal sebagai biopori pada 6 Mei 2026.
Program ini menjadi bukti komitmen FTP UB dalam mendukung visi Smart Green Campus serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin ke-12 mengenai konsumsi yang bertanggung jawab dan pengurangan limbah.
Baca juga: Mahasiswa Undip Borong Penghargaan Usai Sulap Limbah MBG Jadi Produk Pembersih Helm
Kepala Tata Usaha FTP UB, Firmansyah SH, mengungkapkan bahwa saat ini lingkungan fakultas sudah memiliki dua titik sumur resapan yang kinerjanya sangat optimal.
Melalui pemanfaatan pipa-pipa bekas ini, pihaknya menargetkan penambahan setidaknya 15 unit biopori baru di berbagai area kampus.
“Selain dapat mengurangi limbah padat pipa bekas, harapannya kegiatan ini juga sekaligus mampu menambah kelestarian lingkungan dengan penambahan titik sumur resapan,” jelas Firmansyah.
Secara teknis, biopori atau Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan lubang berbentuk silinder yang digali secara vertikal ke dalam tanah.
Baca juga: UMY Rayakan Usia 45 Tahun dengan Berbagi, Warga Sekitar Kampus Dapat Bantuan Sembako
Lubang tersebut biasanya memiliki diameter antara 10 hingga 15 sentimeter dengan kedalaman mencapai satu meter.
Teknologi ramah lingkungan ini memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air untuk mencegah banjir, menjaga ketersediaan air, serta membantu proses pengomposan sampah organik.
Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menekankan bahwa kegiatan yang diselenggakan merupakan bagian dari gerakan sistematis menuju kampus hijau yang berkelanjutan.
Menurutnya, konsep Smart Green Campus di lingkungan FTP mencakup lima pilar utama, yaitu pengelolaan sampah, manajemen air, penghematan energi dan perubahan iklim, penataan infrastruktur, serta transportasi.
Baca juga: Limbah Kopi Jadi Cuan, UK Petra dan Australia Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai di Malang
“Kita akan fokus pada tiga komponen utama, yaitu waste, water, serta energy & climate. Selain itu, kita pastikan setiap program harus memiliki parameter yang jelas, cepat terlihat hasilnya, mudah diukur, dan bisa dibuktikan,” tegas Yusuf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ub.ac.id