INDOZONE.ID - Siapa sangka, anak buruh tani dan pekerja migran asal Cianjur ini kini berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sosok tersebut adalah Deni Maulana, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023 yang sukses membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk menggapai mimpi.
Perjalanan hidupnya penuh perjuangan, mulai dari kehilangan sang ayah saat SMA, hidup jauh dari ibu yang bekerja di Yordania, hingga akhirnya berhasil mengumpulkan ratusan prestasi akademik dan non-akademik berkat ketekunan di bidang sastra dan pendidikan yang ia geluti.
Ia tumbuh dalam keluarga sederhana di Cianjur. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani serabutan, sementara sang ibu menjadi pekerja migran di Yordania sejak ia masih kecil demi membantu perekonomian keluarga. Kondisi ekonomi yang sulit bahkan membuat Deni tidak sempat merasakan bangku taman kanak-kanak (TK).
Baca juga: Daftar 5 Kampus Swasta Terbaik di Bandung, Ada Kampus Favoritmu?
Meski hidup dalam keterbatasan, Deni justru menjadikan kondisi keluarganya sebagai motivasi untuk terus belajar. Ia masih mengingat bagaimana ibunya pernah menjual cincin kesayangan demi membiayai sekolah dan kebutuhan makannya.
“Dari peristiwa itu saya belajar bahwa cinta seorang ibu tidak selalu berbentuk kata-kata, tetapi pengorbanan yang sering kali tidak terlihat,” tuturnya,
Perjalanan Deni menuju UGM dimulai dari ketertarikannya pada dunia sastra. Sejak SMA, ia aktif mengikuti berbagai lomba bahasa dan puisi hingga berhasil mengumpulkan lebih dari 200 penghargaan.
Salah satu prestasi terbesar yang mengubah hidupnya adalah ketika ia berhasil meraih medali emas pada perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) cabang baca puisi tingkat nasional.
Baca juga: Mau Jadi Anak Psikologi? Ini 27 Kampus Terbaik di Indonesia Tahun 2026
Prestasi itu menjadi salah satu faktor yang membawanya lolos ke UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kini, ia sedang menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa semester enam di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, sekaligus penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang membiayai pendidikannya hingga lulus.
Bagi Deni, sosok ibu menjadi alasan terbesar di balik seluruh pencapaiannya iti. Setelah diterima kuliah di Yogyakarta, ia memutuskan mengajak sang ibu tinggal bersamanya agar mereka tidak lagi terpisah seperti masa kecilnya dulu.
Dari dana beasiswa yang diterima, Deni menyewa kontrakan sederhana untuk ditempati bersama ibunya. Keputusan tersebut lahir dari keinginannya dalam membangun kebahagiaan kecil setelah kehilangan ayah pada 2021 silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id