Dhavinda dan Nabila saat menerima penghargaan juara (unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Sebanyak dua mahasiswa dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional, melalui sebuah alat kesehatan inovatif yang diberi nama Cortilav Patch.
Tim yang diketuai oleh Dhavinda Saka Rahmadani dan Nabila Fariha Hanim sebagai anggota itu, menyabet Medali Emas di bidang Kesehatan serta meraih predikat Juara 2 Umum dalam ajang kompetisi "Gagas Inovasi" pada 18 April 2026 lalu.
Ajang bergengsi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Nusantara Muda dengan beberapa universitas terkemuka, seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Widya Gama, dan STIMATA.
Penemuan Cortilav Patch dinilai sebagai solusi cerdas di tengah meningkatnya beban pikiran atau stres yang dialami masyarakat modern saat ini.
Baca juga: Gagal UTBK-SNBT 2026? Ini 5 Cara Mengatasi Stres agar Tetap Semangat
Secara teknis, Cortilav Patch adalah plester jarum mikro (microneedle) yang berbasis nanoliposom dari minyak atsiri lavender.
Menariknya, plester tersebut telah dilengkapi dengan sensor warna atau biosensor kolorimetri yang sudah terintegrasi.
Dhavinda menjelaskan ide pembuatan produk bermula dari keprihatinannya melihat tingginya angka stres di Indonesia, yang menyerang berbagai kalangan usia, mulai dari generasi muda hingga lansia.
“Masalah stres tidak kenal usia, dari muda hingga tua. Semakin banyak orang mengalami stres. Inovasi ini diperlukan untuk mengatasi permasalahan di era sekarang dan banyak orang butuh terapi yang praktis,” jelas Dhavinda.
Baca juga: Mahasiswa Unsoed Raih Bronze Medal lewat Inovasi Reklamasi Tambang Ramah Lingkungan
Salah satu keunggulan dari Cortilav Patch adalah kemudahannya dalam penggunaan. Nabila menambahkan, bahwa plester ini dirancang agar setiap orang bisa menggunakannya secara mandiri.
Selain memberikan efek terapi menenangkan dari aroma lavender, pengguna juga dapat memantau tingkat stres mereka sendiri melalui perubahan warna pada sensor yang tersedia.
Inovasi ini sangat relevan bagi masyarakat yang menginginkan deteksi awal stres dengan cepat, mudah, dan tidak menyakitkan (minimal invasif).
Sebelum meraih kemenangan, Dhavinda dan Nabika harus berjuang keras membagi waktu antara persiapan kompetisi dengan jadwal Ujian Tengah Semester (UTS) yang padat. Akan tetapi, kerja keras mereka terbayar lunas dengan pengakuan di level nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id