Jumat, 08 NOVEMBER 2024 • 14:02 WIB

Jejak Sejarah STOVIA dari Sekolah Kedokteran hingga Jadi Gerakan Nasional

Author

STOVIA, sekolah kedoktoran yang jadi cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

INDOZONE.ID - STOVIA, singkatan dari School tot Opleiding van Indische Artsen, adalah sekolah kedokteran pertama di Indonesia yang didirikan khusus untuk para pemuda bumiputera.

Berdiri pada 1 Januari 1851 di Weltevreden, Jakarta, STOVIA tidak hanya menjadi tempat pembelajaran medis, tetapi juga pusat pengembangan intelektual yang kemudian berperan besar dalam sejarah pergerakan nasional.

Latar Belakang

Dilansir dari jurnal berjudul "Sejarah STOVIA: Kiprah Dokter Willem Bosch dan Pelopor Dokter Wanita di Indonesia", pendirian sekolah ini berlandaskan keputusan Gubernemen Hindia Belanda sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga medis di wilayah Hindia Belanda.

Baca Juga: SMKN 1 Turen dan MAFINDO Tingkatkan Literasi Digital Siswa dengan Pelatihan Cek Fakta

Awalnya, sekolah ini hanya menerima kalangan priyayi Jawa dengan persyaratan usia minimal 16 tahun dan masa studi selama dua tahun, dengan Bahasa Melayu sebagai pengantar.

Meski pernah ditutup sementara pada 1867 karena konflik, STOVIA kembali dibuka pada 1881 dengan kurikulum yang diperbarui.

Sekolah ini kemudian berkembang menjadi pusat pembelajaran penting, yang di kemudian hari memunculkan generasi intelektual pejuang yang menggagas organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia, Boedi Oetomo.

Peran STOVIA dalam Lahirnya Boedi Oetomo

Sebagai sekolah kedokteran, STOVIA menarik banyak siswa dari berbagai daerah, yang mendapatkan pengalaman hidup baru di kota besar seperti Batavia (Jakarta).

Para siswa ini tidak hanya mendapatkan pendidikan medis, tetapi juga terpapar pada ide-ide baru dari luar negeri, terutama melalui interaksi dengan tokoh-tokoh politik dan sosial di Batavia, salah satunya Douwes Dekker.

Rumah Douwes Dekker, yang memiliki perpustakaan kaya akan literatur dari Eropa, menjadi tempat berkumpulnya para siswa STOVIA yang merasa gelisah dengan kondisi sosial di Indonesia.

Inspirasi dari Revolusi Turki dan pemikiran anti-kolonial yang mulai berkembang saat itu membuat para siswa STOVIA berani mengkritik adat istiadat Jawa yang dianggap kolot.

Baca Juga: Hadirkan CEO Inspiratif, Seminar ABT 2024 Dorong Integrasi Digital dalam Perdagangan

Ketidakpuasan dan keinginan mereka untuk memperbaiki kondisi masyarakat Jawa menjadi pemicu lahirnya Boedi Oetomo pada 1908.

Boedi Oetomo hadir sebagai organisasi yang bertujuan mempersatukan rakyat Jawa, Sunda, dan Madura untuk bersama-sama memajukan bangsa dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tokoh-tokoh STOVIA dalam Boedi Oetomo

Banyak tokoh STOVIA yang menjadi pendiri Boedi Oetomo, di antaranya:

  1. R. Soetomo – Ketua pertama Boedi Oetomo yang dikenal dengan semangat nasionalismenya yang kuat.
  2. Moh. Soelaiman – Wakil Ketua Boedi Oetomo yang aktif memperjuangkan aspirasi rakyat melalui organisasi.
  3. Goenawan Mangoenkoesoemo – Sekretaris Boedi Oetomo yang dikenal dengan kritikan tajamnya terhadap adat Jawa yang dianggap menghambat kemajuan.
  4. M. Soeradji – Pencetus nama "Boedi Oetomo" sebagai nama organisasi, yang kemudian menjadi simbol perjuangan pelajar STOVIA.

Para pelajar STOVIA ini menjadi pelopor gerakan yang memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia di tengah dominasi penjajahan Belanda.

Kehadiran Boedi Oetomo menjadi awal penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia, yang dimulai dari sebuah sekolah kedokteran sederhana namun penuh semangat perubahan.


Banner Z Creators Undip

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Nasional

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU