Senin, 03 MARET 2025 • 14:40 WIB

Terkendala Akreditasi Kampus, Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kecewa Gagal Lulus Tepat Waktu

Author

Wisuda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

INDOZONE.ID - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, menggelar wisuda perdana pada 26-27 Februari 2025 lalu. 

Acara ini menjadi momen bersejarah bagi kampus yang baru saja bertransformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada Oktober 2024. 

Prosesi wisuda yang diadakan di salah satu hotel di Kedawung, Kabupaten Cirebon ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

Namun, di balik kemeriahan acara dan kebanggaan para wisudawan, ada cerita yang cukup ironis. 

Sebanyak 200 mahasiswa dari Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), tidak satu pun mendapatkan gelar cum laude atau lulus dengan pujian. 

Selain itu, seluruh mahasiswa BKI tercatat lulus dalam 10 semester, yang berarti tidak ada satu pun yang berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.

Tertunda Akibat Masalah Akreditasi dan Transformasi Kampus

Mahasiswa BKI yang seharusnya bisa lulus pada Juli 2024 terpaksa menunda kelulusan mereka, akibat permasalahan akreditasi program studi yang sempat mengalami kendala pada pertengahan Juni 2024. 

Permasalahan ini semakin diperparah dengan perubahan status institusi dari IAIN menjadi UIN pada Oktober 2024, yang berdampak pada berbagai aspek akademik, termasuk penyesuaian sistem dan regulasi yang menghambat proses administrasi akademik mahasiswa.

Akibatnya, mahasiswa BKI yang seharusnya sudah diwisuda tahun lalu, harus menunggu hingga Februari 2025. 

Baca Juga: Tak Mau Menyerah, Apry Adi Saputra Si Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan UNY Berprestasi IPK 3,99

Bahkan, banyak dari mereka yang baru menerima informasi mengenai wisuda ini secara mendadak, sehingga perasaan haru yang seharusnya dirasakan di hari bahagia ini bercampur dengan rasa kecewa dan frustrasi.

"Kami sudah berusaha sebisa mungkin untuk lulus tepat waktu, memenuhi semua syarat akademik, dan menyelesaikan skripsi sesuai jadwal. Tapi karena masalah akreditasi, semua tertunda. Ini bukan kesalahan kami, tapi kami yang harus menanggung akibatnya," ujar salah satu wisudawan BKI yang enggan disebut namanya.

"Seharusnya pihak kampus bisa lebih terbuka soal kendala ini sejak awal. Kami baru dapat kepastian wisuda ini sangat mendadak, padahal kami sudah menunggu lama. Rasanya kurang dihargai perjuangan kami selama ini," tambah mahasiswa lain.

Kekecewaan Mahasiswa Tak Dapat Gelar Cum Laude

Selain keterlambatan kelulusan, ada satu lagi hal yang menjadi sorotan dalam wisuda kali ini, yaitu tidak adanya satu pun mahasiswa BKI yang meraih gelar cum laude. 

Hal ini menjadi ironi, mengingat banyak mahasiswa dari jurusan lain yang berhasil meraih gelar tersebut.

Beberapa mahasiswa merasa tidak adil, karena sebelumnya mereka memiliki nilai akademik yang cukup untuk mendapatkan predikat cum laude, namun akibat keterlambatan kelulusan yang bukan kesalahan mereka, hak mereka untuk mendapatkan gelar tersebut hilang.

"Kalau memang dari awal kita diberitahu bahwa ini akan berdampak pada status kelulusan kita, mungkin kita bisa mencari solusi lain. Tapi ini tiba-tiba saja, tanpa ada kompromi. Kami sudah berjuang keras, tapi akhirnya malah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gelar yang seharusnya bisa kami raih," ungkap seorang lulusan BKI dengan nada kecewa.

Baca Juga: HIMA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Edukasi Penanganan Pelecehan Verbal dan Non-Verb

Bagi banyak mahasiswa, gelar cum laude bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi nilai tambah dalam dunia kerja dan akademik. 

Hilangnya predikat ini tentu menjadi pukulan bagi mereka yang telah berusaha keras selama masa studi.

Respons Kampus dan Harapan Mahasiswa

Dalam pidato wisuda, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Aan Jaelani, menegaskan bahwa transformasi kampus ke arah digital dan berbasis siber adalah langkah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. 

Namun, ia juga mengakui bahwa perubahan besar ini membutuhkan adaptasi yang tidak mudah bagi semua pihak, termasuk mahasiswa.

"Kami memahami ada tantangan dalam masa transisi ini, dan kami berkomitmen untuk memperbaiki sistem akademik agar lebih baik ke depannya. Kami akan memastikan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dan mahasiswa bisa mendapatkan hak akademiknya secara maksimal," ujar Prof. Aan.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswa berprestasi, kampus memberikan beasiswa S2 kepada lima lulusan terbaik dari berbagai jurusan. 

Namun, langkah ini tidak cukup untuk meredam kekecewaan mahasiswa BKI yang merasa hak akademiknya telah dirugikan.

Ke depan, mahasiswa berharap pihak kampus lebih transparan dalam menyampaikan informasi akademik dan lebih sigap dalam menangani kendala administrasi.

"Kami ingin kampus bisa lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Jangan sampai ada lagi yang mengalami hal seperti ini. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang adil dan mendukung mahasiswa untuk berkembang, bukan malah menghambat mereka," pungkas salah satu wisudawan BKI.

Wisuda perdana ini bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, untuk lebih meningkatkan sistem akademik dan memastikan mahasiswa mendapatkan hak-haknya tanpa hambatan administrasi.

Banner Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU