Gadis kelahiran Yogyakarta keberhasilan dirinya menuntaskan studi sarjana dalam waktu lebih cepat tidak terlepas dari perencanaan matang yang telah ia susun sejak semester tiga.
“Sejak semester tiga saya sudah susun perencanaan agar bisa lulus kuliah lebih cepat,” ungkap anak bungsu dari tiga bersaudara ini, Selasa (3/6/2025).
Untuk membantu perencanaan studinya, Yunita mengaku banyak melakukan diskusi dengan dosen pembimbing akademiknya untuk merancang rencana studi secara terstruktur.
BACA JUGA Guru Besar UGM Tawarkan Cara Ini untuk Tingkatkan Kualitas Pangan Asal Hewan
“Mulai dari pengambilan mata kuliah hingga penjadwalan ujian akhir dan sidang skripsi, saya selalu berkonsultasi,” kenangnya.
Selain fokus di akademik, Yunita juga aktif mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) juga menjadi salah satu faktor pendukung. Di prodi Teknik Pertanian dan Biosistem, MBKM dapat menggantikan mata kuliah pilihan, sehingga mempercepat penyelesaian studi.
“Saya punya target-target khusus dan selalu membuat jadwal harian agar bisa tetap fokus dan konsisten,” terangnya.
Tidak hanya lulus dengan waktu lebih cepat, Yunita juga berhasil lulus dengan predikat cumlaude dengan IPK 3,62. Menurutnya, prestasi akademik ini bisa capai berkat konsistensi, manajemen waktu, dan komitmen terhadap tujuan bisa mengantarkannya pada hasil yang maksimal.
BACA JUGA Kata Pakar UGM Soal Ledakan Amunisi dan Pengamanan Kejaksaan
“Jangan pernah menyerah. Harus selalu optimis. Mulai rencanakan perjalanan kuliah sedini mungkin,” pesannya
Capaian Yunita menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainya bahwa latar belakang pendidikan orang tua bukanlah batasan.
"Dengan tekad untuk membanggakan orang tuanya yang hanya lulusan SMA, ia membuktikan bahwa kerja keras dan niat kuat dapat mengubah masa depan," pungkasnya.