INDOZONE.ID - Kamu sering dengar istilah "kupu-kupu" saat kuliah? Julukan mahasiswa seperti ini memang sudah umum dan sudah lama dipakai.
Tapi tahu tidak, selain "kupu-kupu" yang berarti kuliah pulang-kuliah pulang karena kebiasaan langsung pulang setelah kelas selesai, ada juga julukan lain yang tak kalah populer.
Misalnya, ada kura-kura alias kuliah rapat-kuliah rapat bagi mereka yang sibuk berorganisasi, atau kuda-kuda (kuliah dagang-kuliah dagang) dan kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring) yang doyan nongkrong.
Meskipun julukan di atas tetap relevan, ada beberapa variasi atau julukan lain yang muncul belakangan ini. Apa saja?
Baca juga: 3 Tips Buat Mahasiswa Baru yang Wajib Diketahui Sebelum Masuk Kuliah, Biar Gak Kaget!
Julukan Mahasiswa yang Lebih Baru
Kutu (Kuliah Tugas)
Julukan ini untuk mahasiswa yang hidupnya dipenuhi dengan tugas-tugaskuliah, terutama saat mendekati masa akhir atau tenggat waktu.
Kuman (Kuliah Main)
Mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain atau bersenang-senang ketimbang fokus kuliah.
Kumal (Kuliah Ngemall)
Mahasiswa yang sering menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan atau mal.
Kusem-Kusem (Kuliah Seminar-Kuliah Seminar)
Ini bisa jadi julukan untuk mahasiswa yang sangat aktif mengikuti berbagai seminar, lokakarya, atau kegiatan akademik di luar kelas.
Baca juga: 3 Tips Buat Mahasiswa Baru yang Wajib Diketahui Sebelum Masuk Kuliah, Biar Gak Kaget!
Kutu Kupret (Kuliah Tugas Kuliah Presentasi)
Julukan ini mirip dengan "Kutu", namun lebih spesifik pada mahasiswa yang rajin mengerjakan tugas dan memiliki kemampuan presentasi yang baik.
"Budak Proker"
Ini adalah julukan tidak resmi lain untuk mahasiswa kura-kura, karena mereka sangat sibuk dengan program kerja organisasi.
Nah, itu dia beberapa julukan mahasiswa berdasarkan kebiasaannya. Umumnya, akronim ini menggunakan awalan "ku" untuk mewakili kata "kuliah".
Kalau kamu termasuk yang mana?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis