INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Undip Tim-71 melakukan promosi dan edukasi digital dengan media QR code kepada pelaku UMKM dan perangkat Desa Surjo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Sosialisasi promosi dan edukasi digital desa wisata melalui media QR code selaras dengan program kerja sosial kemasyarakatan tim Undip.
Tujuannya untuk mempermudah akses informasi wisata secara cepat dan praktis, sekaligus memperkuat branding desa melalui media digital.
Baca juga: Mahasiswa KKN UNDIP Promosikan Wisata Cepogo lewat Pembagian Brosur kepada Pelaku Wisata Lokal
Melalui pemanfaatan QR Code yang terhubung dengan konten seputar sejarah, budaya, hingga produk lokal, mahasiswa berupaya mengajak Masyarakat Desa Surjo untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam mendukung promosi wisata.
Selain itu program ini juga bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperluas jangkauan promosi desa, serta mendorong kemandirian dalam pengelolaan informasi berbasis teknologi.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/07/2025) di Balai Desa Surjo, dan dihadiri oleh sejumlah anak muda desa serta perwakilan dari ibu ibu PKK.
Pelatihan mencakup pemahaman dasar tentang teknologi QR Code, cara membuat dan menghubungkannya dengan konten informasi wisata, hingga strategi penempatan yang efektif di lokasi-lokasi strategis desa.
Selain itu, mahasiswa juga membimbing warga dalam mengelola informasi digital seperti profil wisata, sejarah, budaya, dan produk unggulan desa agar dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat untuk mengelola promosi digital secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami melihat potensi wisata dan budaya di Desa Surjo sangat kaya, namun belum banyak dipromosikan secara digital. Padahal, di era sekarang, teknologi seperti QR Code bisa menjadi jembatan efektif untuk memperluas jangkauan informasi kepada wisatawan," kata Sarah Estiningtyas salah satu anggota Tim KKN 71.
Baca juga: Coba UKM Unik di Universitas: Ada yang Main Remi hingga Berkuda
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola wisata dan perangkat desa. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman baru tentang cara mengemas informasi wisata secara digital.
“Selama ini kami belum terpikir untuk memanfaatkan QR code sebagai alat promosi,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya hadir untuk menjalankan pengabdian, tetapi juga turut mendorong transformasi digital di tingkat desa, sehingga masyarakat lokal dapat tumbuh menjadi pelaku utama dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung