INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Tim 118 Universitas Diponegoro Semarang menjalankan program sosial kemasyarakatan bertajuk Meracik Sehat, Merawat Warisan Budaya: Edukasi Sejarah & Panduan Praktis Pengolahan Jamu Nusantara. Kegiatan ini digelar pada 12 dan 13 Juli 2025 di Kelurahan Sambiroto, Kota Semarang, dengan mengunjungi langsung rumah-rumah pelaku UMKM jamu di wilayah tersebut.
Program ini dirancang oleh Araya Dhamar Pamungkas sebagai bentuk edukasi dan penyuluhan kepada para pelaku usaha jamu rumahan. Ia memberikan penjelasan langsung mengenai sejarah singkat jamu Indonesia, cara memilih bahan baku yang layak dan berkualitas, hingga tahapan pengolahan dan pengemasan jamu sesuai standar kebersihan agar aman dikonsumsi.
Sebagai pendukung edukasi, tim juga membagikan booklet berisi sejarah singkat jamu dan panduan praktis pengolahannya. Materi ini mencakup tahapan produksi jamu secara ringkas, mulai dari sortasi bahan, pencucian, perajangan, pengemasan, hingga tips menjaga mutu produk agar tetap higienis dan menarik di mata konsumen.
Antusiasme para pelaku UMKM terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka menyambut baik pengetahuan baru mengenai sejarah dan pentingnya menjaga standar kebersihan dalam proses pembuatan jamu. “Mereka jadi tahu bahwa jamu yang diracik sehari-hari ternyata menyimpan nilai budaya besar dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujar Bu Nik, salah satu pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM di RW 07 tak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga dorongan moral bahwa usaha mereka punya makna penting bagi kelestarian budaya bangsa. Jamu bukan sekadar racikan herbal, tapi juga simbol warisan tradisi yang layak dihargai dan dijaga.
Araya berharap, edukasi ini dapat mendorong para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan jamu sebagai warisan Nusantara yang berdaya saing, berkhasiat, dan memiliki nilai ekonomi tinggi. “Saya berharap jamu buatan UMKM di Kelurahan Sambiroto tidak hanya menyehatkan, tapi juga membanggakan karena membawa identitas budaya Indonesia,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung