INDOZONE.ID - Masa-masa semester akhir jadi salah satu momen yang gak bisa dilupakan selama kuliah, tapi bukan untuk diulang.
Walaupun di semester ini pastinya gampang banget burnout, stres, dan pastinya capek banget. Akibat tugas yang numpuk, revisi yang gak kelar-kelar, sampai tekanan dari lingkungan sekitar bisa buat lebih tertekan.
Baca juga: 5 Jurusan yang Gampang Cari Kerja di Luar Negeri, Dari Hubungan Internasional sampai Kesehatan
Dengan semua tekanan itu, para mahasiswa wajib menyelesaikan ujian pamungkas bernama skripsi. Suatu kewajiban akademik yang wajib dilalui sebelum resmi jadi sarjana.
Biasanya, mahasiswa akhir bakal menghadapi deadline yang mepet, revisi banyak, bahkan ‘stuck’ mau nulis apa lagi, saat sedan menyusun skripsi. Pokoknya jadi fase puncak lagi capek-capeknya.
Baca juga: Arlyn Collection Kini Punya Identitas! Mahasiswa Undip Turun Tangan Bantu UMKM Lokal
Dipaksa Kejar Semua
Di semester akhir, pastinya akan kejar-kejaran sama deadline, khususnya yang berhubungan dengan skripsi. Baik itu draft seperti setoran bimbingan atau bahkan urusan administrasi. Belum lagi kamu juga harus menghadapi dosen pembimbing yang tiba-tiba susah dikontak.
Untuk mengatasinya, coba lah susun jadwal yang jelas selama menyusun skripsi. Buat target penyelesaian, agar skripsi kamu bisa selesai sesuai target.
Bikin Pola Hidup Berantakan
Pada fase ini, pola hidup bisa berantakan, belum tentu sama kayak semester-semester sebelumnya. Kamu akan sering begadang, bahkan hampir setiap hari. Bukan cuma itu, pola makan juga akan berantakan. Kondisi kesehatan pun bisa menurun karena kecapean.
Dengan target jadwal yang teratur, tentunya kondisi ini bisa diminimalisir. Tetap usahakan makan tepat waktu. Jangan sampai setiap hari begadang, kecuali beberapa kali saja, itupun dalam kondisi mendesak.
Baca juga: Bangun Masa Depan Peternak Cepogo, Mahasiswa Undip Pandu Pembentukan Koperasi Lembu Berkah
Akhirnya Tumbang
Kondisi seperti ini bukan hanya cape fisik yang dialami, tapi juga kesehatan mental yang rawan ngedrop.
Kamu akan mengalami overthinking karena revisi gak selesai-selesai, burnout, nangis, hingga emosi yang gak stabil. Momen ini bisa aja jadi makanan kamu sehari-hari selama semester akhir.
Itulah realita mahasiswa akhir, ada berbagai tantangan yang dihadapi. Ingat, proses ini adalah langkah untuk kamu memakai toga dan tambahan gelar di nama kamu di kemudian hari. Walaupun mengeluh setiap hari, setidaknya kamu ada proses untuk melewatinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instragram/@manuru.id