Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 14:30 WIB

Teater Mini Interaktif, Cara Mahasiswa Undip Edukasi Anak Desa Wisata

Author

Mahasiswa Undip memberikan edukasi anak di Desa Wisata 

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKN-T 113 menghadirkan inovasi edukatif lewat pertunjukan bertajuk Teater Mini Edukasi Keselamatan Wisata. 

Cerita yang diangkat dalam pertunjukan ini diadaptasi dari buku cerita bergambar karya Aulia Wilda, mahasiswa Sastra Indonesia, berjudul Ikan Ajaib dari Pemandian Pewayangan. 

Buku tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada siswa sebagai media literasi berbasis kearifan lokal.

Pertunjukan digelar pada Rabu, (16/7/2025) di SD Negeri Lerep 02, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bertepatan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Baca juga: Mahasiswa Undip Sosialisasikan Penggunaan Alat Pengering Herbal yang Praktis dan Higienis

Kegiatan MPLS sendiri diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Namun pertunjukan ini dikhususkan untuk siswa fase 1, yaitu kelas 1 dan 2. 

Aulia berperan sebagai narator, didampingi dua rekannya yaitu Afdi Bintang Sya’bana, mahasiswa Administrasi Publik, sebagai Mbah Kembung dan Boma Omaar Prabadjati, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, sebagai tokoh Petruk.

Pertunjukan ini tidak hanya menyampaikan ulang isi cerita, tetapi juga menyisipkan pesan penting mengenai keselamatan di desa wisata, bahaya sampah plastik, dan cara memilah sampah rumah tangga. 

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui dialog dan alur cerita yang mudah dipahami anak-anak. 

Baca juga: Cara Mudah Buat Daftar Pustaka: Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Selama pertunjukan berlangsung, siswa juga dilibatkan secara aktif untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap isi cerita.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga ikut aktif berperan dan memahami pesan melalui pengalaman yang menyenangkan,” jelas Aulia.

“Lewat pertunjukan ini, kami mencoba membangun empati dan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sejak dini,” tambahnya.

Pertunjukan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Beberapa siswa bahkan ikut berperan secara spontan di dalam narasi, menciptakan suasana yang hidup dan penuh gelak tawa. 

Baca juga: Soroti Amnesti dan Abolisi untuk Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto, Pakar UGM Ingatkan Jangan Jadi Alat Politik

Respons positif juga datang dari para guru yang menyaksikan langsung keterlibatan anak-anak selama kegiatan.

Wali kelas 1 SDN Lerep 02, Ersi, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. 

Menurutnya, pertunjukan tersebut bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang menyenangkan. 

Ia mengamati bahwa siswa tidak hanya tertawa, tetapi juga menyerap informasi yang disampaikan.

Baca juga: 5 Tools AI yang Bisa Bantu Olah Data, Gak Perlu Pusing-pusing Lagi

“Anak-anak jadi belajar memilah sampah, mengenali jenis sampah organik, anorganik, dan B3, serta memahami pentingnya menjaga keselamatan alam di desa wisata,” ujarnya.

Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa UNDIP agar terus menanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti bercerita dan bermain peran ternyata berdampak besar terhadap pembentukan karakter anak. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU