INDOZONE.ID - Desa Dersansari, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 100 Universitas Diponegoro.
Melalui Program Kerja Multi 2, mahasiswa menghadirkan berbagai inovasi yang berfokus pada ketahanan pangan rumah tangga dengan mengoptimalkan lahan pekarangan.
Fokus utama Multi 2 adalah Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Inisiatif ini mendorong warga menanam sayuran, buah, dan tanaman obat keluarga di pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat yang berkelanjutan.
Dengan adanya P2L, keluarga di Desa Dersansari dapat memenuhi kebutuhan gizi harian tanpa terlalu bergantung pada pasokan luar.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida Nabati
Mahasiswa Undip memberikan pelatihan komprehensif mulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit, hingga perawatan tanaman, serta mengenalkan pemanfaatan pupuk organik dari limbah rumah tangga.
Agar lebih mudah dipahami, program ini dilengkapi booklet, leaflet, kalender musim tanam, dan demonstrasi lapangan.
Untuk memperkuat P2L, mahasiswa menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung yang terintegrasi.
Edukasi gizi seimbang dan kebersihan diri diberikan kepada anak-anak agar pangan hasil pekarangan benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan keluarga.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Gelar Workshop Teh Bunga Telang: Inovasi Ekonomi Warga RW 07 Sambiroto
Warga juga diajak mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos, memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan pangan olahan bernilai jual, dan mengembangkan keterampilan ekonomi rumah tangga.
Kampanye pola hidup sehat berbasis pangan lokal turut digalakkan untuk menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi hasil produksi sendiri.
Selain program yang berhubungan langsung dengan P2L, Multi 2 juga menghadirkan beragam inovasi lain.
Di bidang teknologi pertanian, mahasiswa merancang alat pengendali hama berbasis sinar ultraviolet, prototype perontok jagung semi otomatis, serta alat filtrasi sederhana untuk limbah pabrik tahu.
Baca juga: Mahasiswa PMM UMM Ajak Siswa Bercita-Cita Tinggi Lewat Pohon Impian Origami
Pada sisi kesehatan pertanian, disusun artikel dan poster bilingual tentang bahaya pestisida sekaligus pelatihan pembuatan probiotik untuk meningkatkan produktivitas peternakan.
Inovasi juga hadir dalam bidang ekonomi dan kelembagaan. Mahasiswa mengembangkan website interaktif “Wajah Tani Dersansari” sebagai media promosi hasil pertanian desa, memberikan pelatihan optimalisasi bantuan dan insentif pajak, menyusun strategi pemasaran produk, serta memfasilitasi penyusunan dokumen hukum perjanjian jual beli hasil tani.
Tidak ketinggalan, pelatihan e-RDKK digelar untuk mendukung distribusi pupuk subsidi agar lebih merata dan tepat sasaran.
Seluruh rangkaian program ini berlangsung pada Juli hingga Agustus 2025 dengan melibatkan kelompok wanita tani, ibu rumah tangga, dan pemuda desa.
Baca juga: Tingkatkan Minat Baca, Mahasiswa KKN-T IDBU 16 Bangun Pojok Literasi Untuk Siswa di Desa Blacanan
Kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik lapangan, hingga pendampingan intensif agar masyarakat dapat mengelola program secara mandiri setelah KKN berakhir.
Dengan hadirnya P2L yang diperkuat oleh inovasi teknologi, penguatan ekonomi, dan dukungan kelembagaan, masyarakat Desa Dersansari kini memiliki modal besar untuk mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan kesehatan keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Program Multi 2 menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UNDIP dalam membawa Desa Dersansari menuju masa depan yang mandiri, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung