Tindak Lanjuti Bahaya Brain Rot, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Remaja Karang Taruna Dusun Kauman Diskusi Santai
INDOZONE.ID - Setelah sebelumnya menyasar anak-anak SD, kali ini mahasiswa KKN UIN Walisongo melanjutkan program sosialisasi bahaya brain rot ke tingkat remaja. Sasaran mereka adalah Karang Taruna Dusun Kauman, Jumat (22/8/2025).
Helmi, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa acara ini memang dibuat khusus sebagai tindak lanjut dari program sebelumnya.
“Kegiatan ini bagian dari lanjutan sosialisasi soal brain rot, tapi kali ini fokusnya ke remaja, karena mereka sudah bisa diajak diskusi lebih dalam,” jelasnya.
Acara digelar selepas salat Isya, tepat pukul 19.30 WIB, bertempat di lapangan bulu tangkis dusun. Suasananya terasa santai. Kegiatan dibuka dengan ice breaking ringan, lalu perkenalan interaktif, sebelum masuk ke materi utama tentang apa itu brain rot.
Berbeda dengan sosialisasi di SD, kali ini mahasiswa KKN memilih format diskusi dua arah. Jadi, setiap selesai menjelaskan, mereka langsung melempar pertanyaan ringan untuk memancing obrolan.
“Kami memang buat konsepnya kayak diskusi melingkar. Jadi bukan ceramah satu arah, tapi ngobrol santai biar lebih enak,” tambah Helmi.
Suasana makin hidup karena di sela-sela diskusi, beberapa anggota Karang Taruna ikut memainkan musik akustik. Alunan gitar dan nyanyian sederhana membuat obrolan terasa lebih cair.
Tujuan utama dari diskusi malam itu adalah mengajak remaja lebih sadar untuk menjaga diri dari dampak brain rot. Dengan kemampuan berpikir kritis yang mereka punya, para remaja diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan menjadi contoh bagi adik-adiknya.
“Kami ingin remaja di sini bisa jadi role model, menjaga lingkungan dari bahaya brain rot, dan memberi dampak positif bagi generasi setelahnya,” ujar Helmi.
Acara ditutup dengan refleksi melingkar. Peserta diminta berbagi pandangan tentang brain rot maupun fenomena digital lain yang mereka hadapi sehari-hari.
Baca juga: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Berikan Edukasi Cegah Brain Rot bagi Siswa SDN Kebondowo 02
Bagus, salah satu anggota Karang Taruna, mengaku senang dengan kegiatan ini.
“Tadi seru banget, diskusinya ngalir, jadi tahu kalau brain rot itu serius dan perlu diantisipasi. Harapannya, lingkungan Karang Taruna ini bisa jadi tempat buat belajar bareng cara bijak pakai medsos. Kami berterima kasih kepada teman-teman KKN,” ucapnya.
Program ini tidak berhenti di satu malam saja. Mahasiswa KKN berharap lewat Karang Taruna, semangat diskusi dan edukasi ini bisa terus berlanjut, menjadi bekal bagi generasi muda Kauman agar lebih bijak menghadapi era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan