INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali meraih prestasi di ajang internasional. Kali ini, tim ABU Robocon sukses meraih gelar Best Design dan Kajima Award, pada ajang ABU Robocon Ulaanbaatar, Mongolia.
Sebelumnya, tim ini juga meraih juara 1 pada ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025. Tentunya, ini merupakan prestasi yang amat membanggakan.
Ketua Tim ABU Robocon ITS, Hafiedz Rosyada, bersyukur timnya bisa meraih gelar tersebut. Ia dan tim juga tidak menyangka bisa meraih Best Design pada dua robot basket yang dirancang mereka.
“Penghargaan tersebut kami dapatkan mungkin berkat desain unik pada robot penerima passing dan mekanisme dribble,” ungkapnya.
Baca juga: Belajar Jadi Ninja AI: Nasihat Seru Hadapi Kemajuan AI dari CEO Google DeepMind
Keunggulan Desain Robot
Dalam ajang ini, tim dengan nama Rivera ini mengirimkan dua robot. Mereka bernama Kuroko dan Kagami, yang memiliki keunggulan masing-masing. Kuroko merupakan robot basket yang memiliki skill dribbling akurat dan menembak yang punya tinggi 150 cm.
Sedangkan Kagami, sebuah robot dengan tinggi 170 cm yang dirancang buat menerima umpan, serta menembakkan bola ke keranjang.
Baca juga: College vs University: Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Daftar
Raih Kajima Award
Tim ABU Robocon ITS tidak hanya mendapatkan Best Design, tapi juga meraih Kajima Award. Ini merupakan penghargaan apresiasi dari perusahaan Jepang, yang bergerak di bidang infrastruktur.
Walaupun tidak berhasil jadi juara pertama, Hafiedz menyebut timnya tetap merasa terhormat. Apalagi, mereka menjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding melawan negara-negara lain se-Asia Pasifik.
Baca juga: Bukan Hanya Indonesia yang Pelajari Bahasa Indonesia, 4 Negara Ini Juga
Pengalaman Lomba yang Berharga
Selain itu, Hafiedz menilai kompetisi di Mongolia ini berbeda dari yang lain. Robot dari negara lain memiliki level berbeda dibandingkan lawan pada tingkat nasional. Tim Rivera juga melihat kesempatan ini sebagai pengalaman berharga.
“Di kompetisi yang lebih ketat ini, kami fokus pada optimasi robot basket yang sudah ada serta memperbanyak latihan,” jelasnya.
“Penghargaan hanyalah benda duniawi biasa, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan semangat keras untuk juara,” tegasnya menyemangati.
Sementara itu, dua penghargaan ini menjadi bukti, bahwa mahasiswa ITS bisa bersaing di kancah internasional. Ini juga merupakan komitmen ITS untuk berkontribusi langsung terhadap pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id