INDOZONE.ID - Hayo ngaku, siapa yang kalau scroll media sosial suka cari prompt-prompt buat AI?
Pakai AI untuk ngerjain tugas atau kerjaan memang lagi hype banget, ibarat jadi teman setia mahasiswa.
Tapi, jangan sampai cuma dipakai asal-asalan. Pertanyaannya, gimana caranya AI bisa tetap jadi ‘senjata belajar’ tanpa bikin kita malas mikir?
Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, membagikan bocoran cara belajar menghadapi kecanggihan teknologi di Queens College, University of Cambridge.
Intinya, mahasiswa harus pintar menemukan pola belajar yang tepat agar bisa cepat beradaptasi, termasuk saat memanfaatkan AI.
Ada tiga hal yang menurut Hassabis jadi kunci untuk menghadapi dinamika teknologi:
Temukan cara belajar sejak awal perkuliahan. Apakah lewat diskusi, mindmap warna-warni, atau eksperimen langsung.
Apa pun itu, cari metode paling efektif buatmu. Cara ini akan membantumu tetap menguasai materi di tengah perubahan yang cepat.
Baca juga: Banyak Masjid di Kabupaten Malang Tak Terdaftar di Google Maps, Mahasiswa UMM Turun Tangan
Hassabis menyinggung bahwa dalam 10 tahun ke depan, dunia akan dipenuhi “incredible amount of disruption and change”.
Artinya, akan ada banyak perubahan besar yang mengguncang cara kita bekerja, belajar, hingga berkomunikasi. AI bisa menggeser peran lama sekaligus membuka peluang baru.
Karena itu, mahasiswa perlu pahami penggunaan AI secara maksimal. Dengan begitu, AI bisa jadi partner belajar, bukan malah bikin kita bergantung pada AI.
Meski teknologi akan terus maju, fondasi ilmu tetap harus kuat. Dengan bergerak beriringan, kamu nggak akan tertinggal atau terlalu bergantung pada AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Businessinsider.com