Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 11:30 WIB

Mahasiswa ITB Tembus Konferensi NLP Bergengsi Dunia ACL 2025, Angkat tentang Budaya Jawa

Author

Mohammad Rifqi Farhansyah, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika ITB (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Mohammad Rifqi Farhansyah, jadi satu-satunya perwakilan Indonesia pada ajang Main Conference Association for Computational Linguistics (ACL) 2025.

Mahasiswa program Studi Teknik Informatika ini jadi satu-satunya paper yang diterima dari Indonesia. Konferensi ini merupakan ajang bergengsi dalam bidang Natural Language Processing (NLP), yang diadakan di Vienna, Austria.

Baca juga: Universitas Paramadina Resmikan Gedung Kuliah Baru di Cipayung Jakarta Timur

Didominasi Peneliti Senior

ACL menempati peringkat pertama dalam kompetisi publikasi ilmiah, di atas EMNLP dan NAACL. Persaingannya pun sangat ketat, hanya 20 persen dari total naskah yang dikirim untuk lolos ke Main Conference. 

Peserta konferensi ini banyak didominasi oleh peneliti senior, yang berasal industri teknologi global, seperti Amazon, Google, Apple, dan lainnya. Selain itu, banyak juga akademisi dari universitas ternama dunia, seperti MIT, Oxford, hingga Tsinghua.

Baca juga: Perbedaan Kerangka Teori dan Kerangka Berpikir yang Terlihat Sama Padahal Beda, Jangan Sampai Salah!

Angkat Topik tentang Budaya Jawa

Rifqi juga mengaku kalau ia tak menyangka bisa menembus level tersebut. Paper yang diangkat berjudul “Do Language Models Understand Honorific Systems in Javanese?” Ia menyoroti fenomena sistem honorific, yang dalam bahasa Jawa lebih dikenal “Unggah-Ungguh Basa”.

Ini merupakan warisan budaya yang Rifqi pelajari sejak kecil, tepatnya di desa asalnya di Kabupaten Magelang.

Hasil penelitiannya menunjukkan korpus UNGGAH-UNGGUH”, yang digunakan buat menguji Large Language Models, seperti Chat GPT dan Gemini, untuk memahami bahasa Jawa tingkatan honorific. Hasilnya, performa model masih jauh dari kata sempurna, bahkan cenderung bias.

Baca juga: Kode Warna Hasil Cek Turnitin: Arti dan Tingkat Keparahan yang Wajib Kamu Tahu

Jadi Major Contributor Author

Selain itu, ia juga menjadi major contributor author pada paper kedua, yang berjudul “Crowdsource, Crawl, or Generate? Creating SEA-VL, a Multicultural Vision-Language Dataset for Southeast Asia”, kolaborasi dengan NLP se-Asia Tenggara.

Menariknya, kedua paper yang dibuat Rifqi berhasil diterima di Main Conference ACL 2025 saat statusnya mahasiswa S1. 

Kolaborasi riset ini terjalin lewat program Garuda Academic of Excellence (Garuda ACE). Ia bertemu dengan Prof. Derry Tanti Wijaya dari Boston University, peneliti dari Monash University Indonesia, Capital One Amerika Serikat, dan MBZUAI.

Rifqi memiliki peran besar dalam proses penelitian. Mulai dari pengolahan data, perancangan eksperimen, sampai penulisan naskah. Ini juga membuat dirinya disebut sebagai first author.

Baca juga: Tim Mahasiswa UGM Raih Juara Grup Terbaik di Ajang K-Speech World Contest 2025 di Vietnam

Tantangan Terbesar

Seleksi di ACL dilakukan dengan sistem anonymous peer review yang ketat, lalu tahap rebuttal, hingga penilaian akhir oleh area chair. 

Rifqi mengaku bahwa tantangan terbesarnya adalah keterbatasan sumber daya komputasi buat eksperimen. Akan tetapi, masalah ini bisa teratasi berkat research grant dari Boston University.

Selain itu, ia juga dapat Diversity and Inclusion Travel Grant dari Apple buat biaya perjalanan ke Austria, hingga dukungan akomodasi dari Monash University. 

Baca juga: Kisah Otto Wahyudi, Pemuda Tunanetra yang Lolos UNY Jalur SNBT dan Dapat Beasiswa KIPK

Bisa Buka Jalan Lebih Banyak buat Mahasiswa

Rifqi berharap, pencapaiannya ini bisa buka jalan lebih banyak dan luas bagi mahasiswa Indonesia, terutama buat terjun langsung ke riset AI dan NLP.

“Riset itu dunia yang menyenangkan dan penuh peluang, baik di akademik maupun industri. Semoga ini bisa menginspirasi mahasiswa lain agar berani mencoba,” ujarnya.

Rifqi mengaku ingin buat melanjutkan studi di universitas top dunia, lalu bisa berkontribusi nyata bagi generasi muda Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU