Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 15:54 WIB

Dari IPK 2,69 Menjadi Asisten Profesor: Kisah Bagus Muljadi yang Mengubah Paradigma Dunia Akademik

Author

Bagus Muljadi mengajar kelas di University of Nottingham, Inggris. (Instagram/@bagusmuljadi) ((Instagram/@bagusmuljadi))

INDOZONE.ID - Punya passion keren menjadi scientist atau ingin menjadi peneliti, tapi ragu karena IPK-mu kecil? Jangan khawatir! 

Saat masuk dunia perkuliahan dan ditanya apa targetmu, banyak dari kita mungkin tanpa ragu menjawab, “Lulus dengan IPK 4.00!” Namun, apakah di era sekarang IPK masih menjadi segalanya?

Faktanya, IPK 4.00 kini lebih mudah diraih. Artinya, semakin banyak mahasiswa yang memiliki nilai sempurna, membuat angka di atas kertas ini bukanlah hal yang istimewa lagi.

Angka bukanlah penentu siapa kamu di masa depan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Saraah Dharmawan, Seorang Tunarungu yang Berhasil Lulus Program Magister UNY

Kisah nyata Bagus Putra Muljadi membuktikan bahwa IPK bukanlah tolak ukur kesuksesan. Sejak sekolah dasar hingga SMA, nilai-nilai Bagus kerap dihiasi warna merah. 

Bagus Muljadi bagikan raport akademiknya dulu (Instagram/@bagusmuljadi)

Dengan harapan baru, ia mencoba peruntungan di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mengambil Program Studi Teknik Mesin. Namun takdir berkata lain, IPK yang ia peroleh tidak menyentuh angka 3 melainkan hanya 2,69. Ia lulus dari S1 dengan perasaan pesimis. 

Menyadari IPK rendah tidak bisa menjadi andalan, Bagus memilih melanjutkan studi di National Taiwan University jurusan Mekanika Terapan. Meski tanpa beasiswa, ia bertekad menyelesaikan kuliah sambil bekerja sebagai sales pompa air.

Baca juga: Kisah Inspiratif Rafael David: Prestasi di Akademik, Olahraga, dan Organisasi

Hidup nekat di negeri orang bukan hal mudah. Sembari belajar bahasa Mandarin, berkali-kali ia merasa tak sanggup. Namun, tantangan yang ia hadapi justru menjadikannya pribadi yang berprinsip.

Masa sulit di Taiwan membawanya lulus S2, sebuah pembuktian diri yang memberinya kepercayaan diri baru.

Karier akademiknya mulai perlahan menanjak. Ia mendapatkan beasiswa post-doctoral di Toulouse, Prancis, dalam bidang Matematika dan Ilmu Bumi. Tantangan lain muncul, yaitu keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Namun, dengan kepercayaan diri untuk beradaptasi di negeri orang, Bagus tetap berangkat.

Baca juga: Mau Lintas Jurusan saat Kuliah? Perhatikan 5 Tips Ini biar Gak Salah Langkah

Setelah tiga tahun bekerja sebagai postdoctoral di Ilmu Bumi, Bagus mendapat tawaran di University College London. Tawaran ini ia jadikan pendorong untuk mengembangkan karier di bidang akademik.

Puncaknya, ia berhasil mendapatkan posisi tenure di University of Nottingham pada Departemen Teknik Kimia dan Lingkungan.

Kini, Bagus telah sukses menjadi Asisten Profesor di University of Nottingham, Inggris, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa tekad dan keberanian jauh lebih berharga daripada sekadar angka di atas kertas.

Kisah Bagus Muljadi menunjukkan bahwa yang paling penting bukan seberapa tinggi IPK-mu, melainkan seberapa besar kegigihan dan keberanianmu untuk menghadapi tantangan.

Nilai akademis hanyalah sebagian kecil dari cerita, karena kesuksesan sejati diukir oleh kerja keras dan semangat pantang menyerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@kampunginggrism

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU