INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin membuktikan untuk menjadi kampus berprestasi.
Kali ini, mahasiswa ITS meraih dua gelar juara dalam ajang Process Engineering Series of Events UGM x AIChE Indonesia Conference (POISE UGM x AISC) 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka tergabung ke dalam tim Spektronics.
Baca juga: Tim Awtom ITB Ciptakan Sistem Pendeteksi Radiasi, Bawa Pulang Juara 2 HackAtom 2025
Tantangan dalam Kompetisi
Team Manager Spektronics ITS Valencia Christina Setiowardhani mengungkapkan bahwa pada ajang ini, timnya menurunkan mobil Spektronics 28 (SP28). Salah satu yaitu ketepatan akurasi pemberhentian mobil pada jarak yang sudah ditentukan.
“Tak hanya itu, mobil juga harus memiliki kestabilan suplai energi dan ketahanan bodi kendaraan yang baik,” jelas mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi ITS tersebut.
Baca juga: Jauh dari Keluarga Bikin Down? 5 Tips Cara Menghadapi Homesick Saat Merantau Kuliah
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim Spektronics memanfaatkan iodine clock reaction, yang dipadukan bersama sensor Light Dependent Resistor (LDR). Cara ini bisa membuat mobil berhenti sesuai target.
Hal ini terjadi karena ada perubahan warna hasil reaksi kimia, yang diterjemahkan oleh sensor jadi sinyal berhenti.
“Dengan sistem ini, mobil dapat berhenti lebih presisi sekaligus adaptif terhadap kondisi lintasan,” jelasnya.
Baca juga: Zayyan Abdul Razaq, Anak Sopir asal Bandung Sukses Dapat Beasiswa Penuh Sepak Bola
Spesifikasi SP28
Selain itu, Valen mengungkapkan bahwa SP28 dilengkapi dengan baterai isi ulang berbasis Zinc Manganese. Alat ini dirancang lewat proses electroplating.
Setiap sel baterai bisa menghasilkan tegangan 1,9 volt serta disusun dalam konfigurasi 2 paralel 2 seri. Hasilnya, bisa mencapai keseimbangan antara ketegangan dan kapasitas arus. Desainnya juga dibuat bukan sekadar menghasilkan daya stabil saja, tapi juga meningkatkan keandalan mobil saat perlombaan.
Sedangkan untuk menjaga ketahanan bodi, prototype mobil ini dibangun dengan rangka berbahan stainless steel. Material baja tahan karat dipilih karena punya kekuatan tinggi, ketahanan korosi, dan mekanis yang baik.
Baca juga: Mahasiswa Undip Gelar Pelatihan Pembuatan Merchandise Ketoprak Bersama IKADA Jurang Blimbing
“Hal ini memastikan chassis tetap seimbang dan mampu menopang performa kendaraan di lintasan,” tambahnya.
Baterai Zinc Manganese juga digunakan untuk material daur ulang, sehingga bisa lebih ramah lingkungan. Anoda yang dilapisi zinc secara elektrolisis bisa meningkatkan kestabilan daya, serta memperpanjang siklus pakai baterai.
“Selain itu, mobil ini dilengkapi desain modular yang memudahkan perawatan maupun peningkatan performa,” imbuh Valen.
Baca juga: Mengenal Kampus UNDANA: Profil dan Jurusan Lengkapnya
Sukses Raih 2 Gelar Juara
Dari inovasi tersebut, tim ITS ini berhasil mendapatkan gelar Juara 2 pada kategori Race Competition. Selain itu, mereka juga berhasil dapat peringkat pertama kategori Poster Competition.
Keberhasilan ini jadi bukti konkret ITS untuk terus meraih prestasi, serta mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin ke-7, terkait energi bersih dan terjangkau.
“Kami berharap capaian ini dapat menjadi catalyst of innovation dalam dunia Chem-E-Car, sekaligus menginspirasi lahirnya teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan dari generasi muda Indonesia,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id