Rabu, 03 SEPTEMBER 2025 • 14:00 WIB

Banyuwangi Sambut Perkuliahan Perdana ISI Surakarta, Seni dan Budaya Jadi Kurikulum Utama

Author

Resmi Memulai Perkuliahan di Banyuwangi, Kampus ISI Surakarta Kolaborasikan Dosen dan Maestro Seni Daerah. (sumber: banyuwangikab.go.id)

INDOZONE.ID - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta resmi membuka perkuliahan perdana di Banyuwangi pada Selasa, 2 September 2025. Lokasi kampus berada di Jalan Soetomo Nomor 51 dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi negeri di Banyuwangi.

Sebelumnya, wilayah ini telah memiliki Universitas Airlangga Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), Politeknik Negeri Banyuwangi, hingga Akademi Pilot Indonesia.

Kampus ISI Surakarta di Banyuwangi hadir dengan Fakultas Seni Pertunjukan yang membuka dua program studi, yakni Ethnomusikologi dan Tari. Program ini dirancang untuk menggabungkan ilmu akademis dengan praktik langsung dari maestro seni Banyuwangi.

Baca juga: STF UIN Jakarta Galang Dana Beasiswa di Wisuda Akbar ke-137

Kepala Bagian Umum Fakultas Seni Pertunjukan, Indah Widiastuti, menyebutkan bahwa kurikulum tetap merujuk pada kampus pusat. “Namun, mayoritas mata kuliah kami isi dengan unsur budaya Banyuwangi,” ujarnya.

Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

Untuk jurusan Ethnomusikologi, mahasiswa akan mengenal Antropologi Musik, Pengantar Ethnomusikologi, hingga musik tradisi seperti Angklung Blambangan dan Tabuhan Gandrung.

Sedangkan untuk jurusan Tari, mahasiswa akan diajarkan koreografi, sejarah tari Nusantara, serta tari klasik Surakarta putra/putri dasar keprajuritan.

Indah juga menjelaskan komposisi tenaga pengajar, yaitu 18 dosen dari ISI Surakarta, 8 dosen praktisi Banyuwangi, serta 5 dosen umum dari Banyuwangi. Mereka akan bersinergi untuk menguatkan karakter akademis sekaligus memperkenalkan budaya lokal.

Dosen Prodi Tari, Renaldi Lestianto Utomo, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk melestarikan tari Banyuwangi.
“Program mata kuliah ini kita rancang untuk menggali, meneruskan, dan mengajarkan nilai-nilai seni tari Banyuwangi,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kehadiran kampus ini. Menurutnya, pendidikan seni akan mendorong SDM berkualitas yang mampu menopang pariwisata dan kebudayaan. “Pendidikan harus bisa menunjang seni budaya dan pariwisata daerah,” jelas Ipuk.

Baca juga: UNPAR dan UBD Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026/2027 Lebih Cepat, Catat Tanggalnya

Kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan ISI Surakarta sudah berlangsung sejak 2016 melalui program Beasiswa Banyuwangi Cerdas. Kini, kerja sama tersebut semakin nyata dengan adanya perkuliahan langsung di Banyuwangi.

Kehadiran ISI Surakarta di Banyuwangi diharapkan bisa menjadi pusat lahirnya generasi kreatif yang mampu menjaga dan mempromosikan budaya Banyuwangi ke dunia internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangikab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU