INDOZONE.ID - Bisa kuliah dan melanjutkan pendidikan memang sebuah impian banyak orang, tapi di balik itu, ada harapan orang tua yang selalu terbayang di benak sang anak.
Dalam hidup, selalu ada titik di mana ada kesedihan pasti ada kebahagiaan, dan di mana ada kebahagiaan ada pula kesedihan di baliknya.
Itu yang dirasakan Aang Saipul Hajami, mahasiswa Manajemen Ekonomi yang lahir sebagai anak kedelapan dengan passion besar di bidang sepak bola. Aang punya keinginan besar untuk menjaga dan membahagiakan orang tuanya.
Baca juga: Inspiratif! Kisah Mahasiswi Papua Selesaikan Skripsi Cuma Pakai Handphone
Momen menyesakkan itu ia bagikan lewat akun TikTok-nya, @aangtujuh.
Sejak awal kuliah, ayahnya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tiap potret yang ia unggah memperlihatkan dirinya selalu menemani sang ayah di kamar rawat.
Sakit ayahnya terus berlarut hingga Aang hampir menyerah dan memutuskan berhenti kuliah di semester 6.
Beruntungnya, ia tidak berhenti melangkah. Aang tetap melanjutkan studinya hingga masuk semester 8, mulai menyusun skripsi.
Baca juga: Dari IPK 2,69 Menjadi Asisten Profesor: Kisah Bagus Muljadi yang Mengubah Paradigma Dunia Akademik
Dengan kondisi ayah yang kian melemah, Aang berusaha bertahan sampai sidang rampung dan menunggu waktu wisuda. Namun, takdir berkata lain. Satu bulan sebelum hari wisuda, Aang harus berpisah dengan sang ayah.
Ceritanya menarik perhatian banyak warganet. Banyak yang mengucapkan belasungkawa dan duka cita di kolom komentar. Tak sedikit juga yang berbagi kisah serupa, ditinggalkan orang-orang tercinta di momen penting kehidupan kuliah.
Baca juga: Kisah Inspiratif Saraah Dharmawan, Seorang Tunarungu yang Berhasil Lulus Program Magister UNY
"Setidaknya ayah kamu tahu dan lihat prosesmu, kak."
"Sama kak, peluk jauh."
"Ayahmu tidak bisa lihat wisudamu, tapi ayahmu senantiasa melihat dan merasakan perjuanganmu."
"Pas pengumuman keterima di PTN bapakku meninggal, pas skripsian ibuku sakit-sakitan. Minta doanya semoga ibuku bisa nemenin sampai aku wisuda."
Komentar-komentar itu jadi penguat bahwa Aang tidak sendiri. Banyak mahasiswa lain yang juga merasakan pahitnya kehilangan di tengah perjuangan akademik.
Dukungan warganet seolah jadi penghibur di masa sulit sekaligus bukti bahwa kisah perjuangan seperti ini dekat dengan banyak orang.
Kini Aang resmi lulus dan menyandang gelar S.M. (Sarjana Manajemen) meski tanpa sang ayah menyaksikan hari kelulusannya.
Banyak yang percaya perjuangan dan perjalanan hidupnya sudah disaksikan sang ayah sejak awal, dan doa serta harapannya membahagiakan sang ayah tetap sampai pada beliau hingga akhir hayatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TikTok/@aangtujuh