INDOZONE.ID - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menggandeng Ministry of Education (MOE) Singapura, untuk menjalankan program pertukaran pelajar dan beasiswa. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan serta daya saing siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyambut baik langkah ini. Ia mengapresiasi langkah proaktif dari MOE Singapura untuk buka ruang kerja sama dengan Dinas Pendidikan Jatim.
Baca juga: 3 Bekal Penting Mahasiswa biar Nggak Kaget Hadapi Kenyataan Dunia Kerja!
Menurutnya, kerja sama ini merupakan investasi jangka panjang untuk bangun sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan bisa berkiprah di kancah internasional.
“Pertukaran pelajar dan program beasiswa ke Singapura akan menjadi jembatan penting dalam meningkatkan wawasan, pengalaman, serta kualitas lulusan Jawa Timur. Kesempatan ini bukan hanya membuka akses pendidikan internasional, tetapi juga mengasah kemampuan siswa untuk menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, serta siap bersaing secara global,” ujar Aries.
Baca juga: Kuota LPDP 2025 Dibatasi: Hanya 4 Ribu Awardee, Peluang Tipis Tapi Masih Bisa Dicoba
Aries menyebut kalau Pemprov Jatim bakal memberikan fasilitas untuk berkoordinasi teknis, jadi bisa diimplementasikan secara efektif bahkan berkelanjutan.
Lead of Manager MOE Singapura Willy mengungkapkan, kesempatan ini bukan sekadar untuk siswa berprestasi akademik, tapi juga terbuka untuk siswa dengan potensi kepemimpinan.
"Kemampuan beradaptasi lintas budaya, serta komitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat setelah menyelesaikan studi,” katanya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Ibu yang Jadi “Teman Sekelas” Anak Demi Bisa Kuliah
Willy menjelaskan kalau sistem pendidikan di Singapura menekankan keseimbangan, antara akademik, penguatan karakter, dan kepemimpinan. Ekosistem ini dirancang untuk menciptakan generasi muda adaptif.
Bukan cuma itu, para siswa diharapkan bisa berpikir kritis, dan memiliki daya saing tinggi.
Berbagai fasilitas disediakan untuk menunjang proses belajar, mulai dari biaya pendidikan penuh, akomodasi, dan dukungan pengembangan diri lewat berbagai kegiatan.
Baca juga: Aiden Wilkins, Bocah Prodigy 9 Tahun yang Belajar Ilmu Syaraf di Ursinus College
“Program ini kami rancang tidak sekadar memberikan akses belajar di perguruan tinggi terkemuka, melainkan juga membekali siswa dengan pengalaman lintas budaya, jejaring internasional, serta keterampilan kepemimpinan yang dapat mereka bawa kembali untuk membangun daerah asal,” katanya.
Tak hanya pertukaran pelajar dan beasiswa, MOE Singapura juga membuka peluang kerja sama untuk bidang lainnya, seperti pelatihan guru, kurikulum berbasis kompetensi, hingga riset pendidikan menengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA