Adhara Pérez Sánchez, Mgister 13 Tahun Asal Meksiko dengan IQ 162 yang Sudah Menyaingi Einstein dan Hawking
INDOZONE.ID - Di usia yang masih tergolong belia, Adhara Maite Pérez Sánchez si bocah prodigy udah punya catatan akademik yang bikin banyak orang terkagum-kagum.
Lahir di Veracruz pada 28 Agustus 2011, Adhara diakui memiliki IQ 162 angka yang melebihi prediksi IQ beberapa tokoh besar seperti Albert Einstein dan Stephen Hawking.
Baca juga: Aiden Wilkins, Bocah Prodigy 9 Tahun yang Belajar Ilmu Syaraf di Ursinus College
Lolos Cepat di Jalur Pendidikan
Adhara mulai menunjukkan tanda-tanda jenius sejak usia yang sangat dini. Diagnosa Asperger ditemui ketika dia berumur sekitar 3 tahun.
Sejak itu, kesulitan sosial dan bullying sempat menjadi bagian dari hari-harinya. Namun, dukungan dari keluarga membantunya terus melaju di jalur pendidikan yang tidak biasa. Prestasi pertama bocah prodigy ini yaitu menyelesaikan sekolah dasar pada umur 5 tahun, SMP pada umur 6, dan SMA pada umur 7.
Selanjutnya Adhara melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan berhasil meraih dua gelar sarjana (Bachelor) di bidang Engineering Sistem dan Engineering Matematika. Lalu pada umur 11 tahun, ia menyabet gelar magister dari Departemen Teknik Industri dan Matematika di salah satu institusi terkemuka di Meksiko.
Impian Astronaut dan Aktivitas Lainnya
Lewat semua prestasi itu, Adhara menyimpan mimpi besar yaitu bekerja bersama NASA dan terlibat dalam misi ke Bulan maupun Mars. Tetapi jalannya belum semua mulus.
Ada tantangan keuangan dan persoalan visa yang harus ia tangani agar bisa mencapai pendidikan dan peluang internasional yang dia kejar.
Selain akademik, Adhara menulis buku berjudul "Don’t Give Up", yang membahas pengalaman hidupnya sebagai anak dengan Asperger, menghadapi bullying, dan bagaimana dia mempertahankan semangat di tengah segala kerikil.
Adhara juga memulai proyek pembuatan gelang pintar yang ditujukan untuk mencegah kejang, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi komunitasnya.
Menjadi Inspiratif
Adhara membuktikan kalau keterbatasan sosial seperti diagnosis Asperger dan pengalaman negatif seperti bullying tidak harus jadi akhir.
Baca juga: Real Prodigy! Baek Kang-hyun, Seorang Anak dengan IQ 204 yang Mengincar Oxford di Usia 12 Tahun
Dengan dukungan lingkungan, orangtua, dan sistem pendidikan yang fleksibel, potensi anak-anak seperti Adhara bisa muncul dan berkembang.
Nah, dari cerita Adhara apa motivasi yang bisa kamu ambil?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Veracruzdailypost.com