INDOZONE.ID - Hari wisuda tentu saja identik dengan senyum lebar, toga yang megah, dan berjalan dengan rasa bangga ke dalam ruangan.
Namun, dibalik lautan toga hitam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), ada satu sosok yang berhasil mencuri perhatian.
Baca juga: Kisah Inspiratif Ibu yang Jadi “Teman Sekelas” Anak Demi Bisa Kuliah
Dia Eprisa Nova Rahmawati, mahasiswi UMP yang menjadi inspirasi serta membuktikan kalau keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan bahkan bisa menjadi inovasi.
Inovasi dari Keterbatasan
Eprisa bukan sekadar wisudawati biasa. Ia adalah penyandang disabilitas yang sukses menorehkan prestasi luar biasa di bidang seni melukis.
Keterbatasan fisik yang ia alami gak membuatnya berhenti, justru menjadi bahan bakar untuk terus berkreasi.
Dari kanvas, ia melahirkan karya yang membuktikan bahwa seni bisa menjadi ruang inovasi tanpa batas, bahkan untuk mereka yang sering dianggap terbatas.
Inovasi yang ditunjukkan Eprisa gak hanya pada teknik melukis, tetapi juga pada bagaimana ia menjadikan seni sebagai sarana membangun kepercayaan diri dan menghadirkan kebanggaan bagi dirinya serta lingkungannya.
Seni baginya adalah bahasa universal yang menembus batas fisik, dan dari situlah lahir karya yang penuh makna dan inspirasi.
Wisuda sebagai Momentum Perubahan
Momen wisuda yang dihadiri 1.075 mahasiswa UMP menjadi panggung penting untuk kisah Eprisa.
Saat ia menerima ijazah, seluruh ruangan berdiri memberikan tepuk tangan meriah. Itu bukan sekadar apresiasi, melainkan simbol pengakuan atas perjuangan panjang yang telah ia tempuh.
Wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapin berubah menjadi momentum perayaan inovasi dalam kehidupan mengenai bagaimana kerja keras, tekad, dan kreativitas mampu melahirkan sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar gelar sarjana.
Makna Inovasi
Kisah Eprisa menjadi insprisai yang berharga bagi seluruh mahasiswa. Inovasi gak selalu berarti menciptakan teknologi canggih atau penelitian besar, tetapi juga keberanian mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.
Dalam dunia kampus, setiap mahasiswa dihadapkan pada tantangan masing-masing entah berupa finansial, akademik, maupun kondisi pribadi. Dari Eprisa, kita belajar bahwa kunci dari inovasi adalah pantang menyerah.
Baca juga: Uniknya Wisuda Ala Kyoto University, Dari Cosplay Anime sampai Kostum Unik!
Lulus bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru. Sama halnya dengan Eprisa yang menjadikan seni sebagai tonggak inovasi hidupnya, mahasiswa lain pun bisa menemukan ruang inovasi dari bidang yang mereka tekuni.
Nah, langkah inovatif apa nih yang akan kamu ciptakan dari keterbatasanmu hari ini untuk jadi kebanggaan di masa depan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@banyumasonline