INDOZONE.ID - Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sistem solar cell atau sel surya ramah lingkungan.
Hal ini menjadi solusi dari Departemen Fisika ITS, untuk menanggapi peningkatan kebutuhan energi di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Ketua tim Abdimas Departemen Fisik ITS, Dr. M. Arief Bustomi, mengungkapkan, bahwa solusi ini sebagai upaya pendukung pengembangan wisata sungai di desa tersebut.
Ini juga untuk menambah penerangan jalan serta peralatan listrik sentra kuliner di sekitar kawasan desa, khususnya yang jadi ikon wisata.
Baca juga: Mahasiswa KIP-K ITB Raih Juara 3 KTI Nasional Lewat Inovasi Kedelai Lokal
Pra-Kegiatan
Tim melakukan survei terlebih dahulu, untuk tahu kebutuhan daya listrik dan rencana lokasi penempatan. Setelah mengetahuinya, pendistribusian panel solar sel bisa dilakukan dengan baik.
Bustomi mengatakan, bahwa perencanaan yang baik bisa menghemat anggaran ketika pengadaan dan pengerjaannya.
“Kami memperkenalkan kepada masyarakat bahwa sumber-sumber energi yang ada di sekitar mereka seperti sinar matahari, dapat menjadi energi listrik,” ujarnya.
Baca juga: Kenalin Gerry Utama, Alumni UGM yang Raih Rekor MURI sebagai Peneliti Termuda di Antartika
“Listrik yang dihasilkan oleh panel-panel solar cell dapat langsung digunakan atau disimpan di dalam aki,” sambungnya.
Keunggulan Sistem Penyimpanan
Aki tersebut akan menyimpan energi listrik selama 24 jam, untuk memenuhi kebutuhan listrik ketika tidak ada matahari.
Baca juga: Mahasiswa UNAIR Sabet Emas di Ajang WICE 2025 di Malaysia, Ciptakan Alat Deteksi CTS
Bustomi menyebutkan, bahwa daya listrik yang dihasilkan mencapai 2,4 kilowatt. Selain itu, keunggulan dari sistem Aki solar cell ini, adalah akan menyimpan energi listrik saat panel-panel solar cell menghasilkan listrik yang lebih besar daripada listrik terpakai.
“Pemanfaatan sistem solar cell untuk tambahan daya listrik di Desa Penambangan ini disambut antusias dan direspons dengan baik oleh masyarakat setempat,” ungkapnya.
Baca juga: Robot Canggih Karya Mahasiswa UNESA, Bisa Deteksi Korban Bencana Secara Otomatis
Ke depannya, tim bakal melakukan evaluasi sistem solar cell ini, supaya bisa lebih baik. Selain itu, perbaikan dilakukan untuk antisipasi beban dan perubahan paparan sinar matahari.
“Semoga pemanfaatan sistem solar cell ini dapat diterapkan juga di daerah lainnya yang belum terjangkau akses listrik PLN,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id