Selamat! Tim Velquinn FT UNS, Berhasil Raih Prestasi di Ajang AIChE Regional Chem-E Car Competition 2025
INDOZONE.ID - Tim Velquinn mewakili jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) dan berhasil menembus kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE).
Kompetisi ini menantang para mahasiswa membuat inovasi dengan merancang mobil mini berbahan energi kimia efektif, sekaligus memastikan mobil tersebut bisa berjalan dan berhenti secara mandiri sesuai jarak tertentu.
Baca juga: Mahasiswa UGM Juara I Datathon 2025 dengan Inovasi Analisis Perilaku dari CCTV
Tim ini beranggotakan enam mahasiswa dari Teknik Kimia yaitu Naila Rasya Faiza, Partawiria Jaya Pratama, Syaamil Muhammad Abdurrahman, Hafizh Apta Arkananta, Azzahra Augia Susanto, dan Aqila Ghania Sebrina.Tim dibimbing oleh Dr. Sunu Herwi Pranolo, S.T., M.Sc.
Racikan Teknologi dan Strategi Kompetisi
Mobil prototipe yang mereka rancang menggunakan “Air-Aluminium Battery” sebagai bahan bakar, sebuah sistem yang memanfaatkan reaksi kimia antara air dan aluminium untuk menghasilkan tenaga.
Sistem pemberhentian mobil dikendalikan lewat reaksi Iodine Clock, yakni reaksi kimia yang memasang delay waktu sebelum memicu pemutusan rangkaian agar mobil berhenti tepat sasaran.
Selain itu, tim menyematkan sensor pada rangkaian kelistrikannya agar kontrol kendaraan lebih akurat. Desain chassis, aspek aerodinamika, serta efisiensi energi juga menjadi pertimbangan penting. Tahapan pengembangan meliputi riset bahan bakar, mekanisme pemberhentian, desain fisik mobil, hingga uji coba performa.
Dalam lintasan perlombaan, mobil harus menempuh jarak yang telah ditetapkan (antara 15 – 30 meter) dalam waktu maksimal dua menit. Tantangannya, jarak yang persis ditentukan hanya diketahui mendekati saat lomba, sehingga tim harus merancang sistem yang fleksibel namun tetap akurat.
Makna, Dampak dan Kontribusi Untuk SDGs
Prestasi ini adalah manifestasi inovasi mahasiswa dalam menyelaraskan teknologi dengan keberlanjutan. Tim Velquinn melalui mobil kimia ramah lingkungan mendukung tujuan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penelitian prototipe mobil kimia yang minim polusi.
Keikutsertaan UNS dalam kompetisi ini menjadi bentuk kalau kampus bisa jadi pusat inovasi teknis yang relevan dengan isu lingkungan dan kebutuhan energi masa depan.
Jika teknologi seperti ini berhasil dikembangkan lebih jauh, bukan gak mungkin mobil kimia berenergi ramah akan turut menyumbang terhadap gerakan transisi energi bersih nasional.
Baca juga: Scoutro, Motor Listrik Senyap untuk Patroli Hutan Karya Mahasiswa ITB
Prestasi tim Velquinn jadi bukti kalau mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan inovasi di tingkat regional melalui mobil kimia yang efisien dan ramah lingkungan.
Nah, gimana pendapat kamu tentang inovasi UNS ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ft.uns.ac.id