INDOZONE.ID - Langkahnya dimulai dari timur Indonesia, tapi semangatnya menjangkau lebih jauh sampai ke Yogyakarta, kota pelajar yang membawanya pada mimpi menjadi dokter. Kadang, perjalanan menuju impian gak selalu dekat tapi justru penuh tantangan yang menguji tekad dan keberanian.
Begitulah kisah dr. Gabriel Julian Iriany Awom, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Papua Barat, yang membuktikan kalau jarak bukanlah alasan untuk berhenti mengejar mimpi.
Baca juga: Dari Tambak ke Teknologi: Kisah Dosen BINUS yang Ubah Inovasi Lokal Jadi Dampak Global
Dari Papua Barat ke Yogyakarta: Perjalanan Panjang Mengejar Mimpi
Berasal dari ujung timur Indonesia, dr. Gabriel meninggalkan tanah kelahirannya untuk menempuh pendidikan kedokteran di UGM salah satu kampus terbaik di Indonesia yang sejak lama menjadi impiannya.
Bagi Gabriel menempuh pendidikan yang jauh dari rumah bukanlah hal yang mudah karena Gabriel harus meninggalkan kenyamanan keluarga dan budaya untuk beradaptasi di lingkungan baru yang serba berbeda.
Langkah beraninya menuju Yogyakarta menjadi simbol perjuangan generasi muda Papua yang ingin berkontribusi bagi dunia kesehatan dan pendidikan nasional. Ia tahu, setiap pengorbanan akan berbuah hasil bila dijalani dengan tekad yang kuat.
Tantangan di Kota Baru, Semangat Gak Pernah Padam
Hidup di kota baru jelas gak mudah. Dari cara komunikasi, ritme belajar yang padat, sampai budaya yang berbeda semuanya jadi tantangan tersendiri.
Tapi Gabriel membuktikan kalau adaptasi bukan hal yang mustahil kalau dilakukan dengan niat baik dan motivasi yang jelas.
Setiap rasa lelah dan rindu rumah selalu diimbanginya dengan mengingat alasan awal ia melangkah sejauh ini untuk mewujudkan cita-cita menjadi dokter.
Dukungan dari keluarga dan teman-teman kampus membuatnya tetap tegar menjalani masa-masa sulit di bangku kedokteran yang terkenal ketat dan menuntut disiplin tinggi.
Pendidikan Bukan Sekadar Gelar, Tapi Kunci Kehidupan
Setelah melewati tahun-tahun panjang penuh perjuangan, dr. Gabriel akhirnya resmi menyandang gelar dokter. Momen itu menjadi pencapaian pribadi, dan simbol dari semangat anak muda Papua yang mampu bersaing di level nasional.
Baca juga: Dari Gaza ke Bandung: Kisah Muawia Alzamli Menyalakan Harapan di Tengah Kehancuran
Baginya, pendidikan adalah kunci untuk membuka potensi dan peluang yang lebih besar. Ia membuktikan kalau ilmu dan ketekunan bisa membawa seseorang melampaui batas geografis, bahkan sosial.
Nah, untuk kamu yang lagi kuliah jauh dari rumah dan lagi merasa pengen nyerah, Ingatlah kalau setiap langkah kecilmu hari ini bisa jadi bagian dari cerita besar di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@prodidokterugm