Dosen Warmadewa Go International: Dari Bali ke Filipina, Bukti Akademisi Lokal Siap Bersaing di Dunia Global
INDOZONE.ID - Dr. Ni Luh Putu Indiani, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, yang baru-baru ini mencuri perhatian publik.
Gak hanya karena keilmuannya di bidang Marketing Management, tapi juga karena kiprahnya yang menembus batas negara hingga Asia Tenggara.
Baca juga: Bangga! Dosen UMS Rappang Jadi Editor dan Reviewer Jurnal Internasional Bergengsi Springer Nature
Prestasi yang Gak Hanya Teori
Dr. Indiani dikenal sebagai pakar pemasaran yang fokus pada perilaku konsumen dan transformasi digital. Ratusan sitasi di Google Scholar dan berbagai publikasi di jurnal internasional jadi bukti nyata pengakuan atas dedikasinya di dunia akademik.
Tapi yang paling menarik, ia bukan tipe akademisi yang berhenti di teori. Ia membawa langsung pengetahuan itu ke lapangan khususnya untuk membantu pelaku UMKM di Bali bertahan di era digital.
Sebagai dosen sekaligus praktisi, Dr. Indiani memimpin banyak program pengabdian untuk pelaku usaha kecil, salah satunya lewat program “Apa Kabar UMKM Bali” (AKU Bali) di TVRI.
Melalui kegiatan itu, ia berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar tak hanya kuat di produk, tapi juga paham strategi bisnis, digitalisasi, dan pengelolaan merek.
Menjadi Go Internasional
Kiprahnya bahkan merambah ke dunia internasional. Tahun ini, Dr. Indiani dipercaya menjadi Visiting Professor di University of Nueva Caceres, Filipina.
Ia juga berperan sebagai Koordinator Kurikulum Pascasarjana di Warmadewa dan aktif di berbagai forum akademik global. Hal ini menandai langkah besar bagi kampus asal Bali itu untuk tampil sejajar dengan universitas lain di Asia Tenggara.
Tapi di balik segudang prestasi, fokus utamanya tetap pada penguatan ekonomi lokal. Ia percaya bahwa manajemen bukan sekadar teori bisnis, tapi fondasi utama agar UMKM bisa bertahan di tengah gempuran pasar digital dan perubahan perilaku konsumen.
Dedikasi tersebut bahkan membawanya meraih predikat Dosen dengan Publikasi dan Pengakuan Internasional Terbanyak Warmadewa 2025 serta menjadi Editor in Chief Jurnal SINTA 2.
Baca juga: Dosen BINUS Jadi Pembicara di Konferensi Game Internasional Bareng PlayStation di Malaysia!
Kisah Dr. Indiani jadi bukti kalau akademisi muda Indonesia bisa berdampak lebih luas, bukan hanya di ruang kuliah tapi juga dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
Kalau dosen asal Bali ini bisa menembus kancah internasional dan membantu UMKM naik kelas, berarti peluang itu juga terbuka buat kamu. Siapa tahu, dari tugas kuliahmu hari ini, lahir gagasan besar yang bisa mengubah masa depan ekonomi lokalmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@koranbaliexpress