UNS Surakarta, Binus University, dan POTADS, Buka Ruang Ekspresi Digital untuk Anak Down Syndrome
INDOZONE.ID – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Binus University berkolaborasi dengan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Jawa Tengah.
Mereka menggelar pelatihan bertajuk “Aku Bisa AI”, yang mengusung tema “Ekspresi Kreatif Anak Down Syndrome melalui Teknologi AI”.
Kegiatan ini adalah bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama UNS dan Binus University, untuk mendukung kreativitas anak-anak dengan disabilitas.
Pelatihan diikuti 27 anak dengan Down Syndrome yang datang bersama orang tua mereka.
Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD UNS sebagai pendamping setiap anak dan orang tuanya.
Baca juga: Mengukir Sejarah Baru: FISIP UB Berencana Dirikan Prodi Sarjana Kriminologi
Pelatihan diketuai oleh Ercilia Rini Octavia, dan didukung oleh tim yang terdiri dari Andreas Slamet Widodo, Anugrah Irfan Ismail, Dermawan Syamsuddin, serta Randy Azharudya Syamsi sebagai koordinator mahasiswa DKV UNS.
Dalam sesi tersebut, para narasumber memberikan materi pengantar tentang AI, teknologi AI generative, dan pelatihan praktik langsung.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS, Deny Tri Ardianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa UNS selalu mendukung kegiatan yang melibatkan penyandang disabilitas.
Menurutnya, pelatihan ini sejalan dengan semangat FSRD UNS yang juga memiliki mahasiswa penyandang disabilitas dan terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan setara.
Baca juga: 7 Kampus di Dunia yang Punya Layanan dan Fasilitas Ramah Disabilitas
Dalam pelatihan, anak-anak diminta menggambar bebas, sementara orang tua dilatih untuk mengembangkan karya tersebut dengan teknologi AI generative.
Para orang tua diajarkan membuat prompt AI, yaitu menentukan jenis gambar, menambahkan elemen pendukung, serta menjaga agar hasil akhir tetap mempertahankan karya asli anak.
Ketua PIK POTADS Jawa Tengah, Detty Supriastuti, mengungkapkan rasa bangga atas kerja sama ini.
“Kegiatan seperti ini bisa menjembatani kami untuk lebih mendewasakan dan memandirikan anak-anak. Masyarakat masih banyak yang memandang mereka sebagai suatu hal yang mengkhawatirkan. Jadi, ini yang kami harapkan bisa menepis stigma tersebut dengan kelebihan dan potensi yang ada,” terang Detty.
Melalui pelatihan ini, UNS, Binus University, dan PIK POTADS Jawa Tengah berharap dapat membangun ruang ekspresi bagi anak-anak Down Syndrome, serta meningkatkan literasi digital di dunia pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uns.ac.id