INDOZONE.ID - Banyak mahasiswa Indonesia yang tentunya pengen melanjutkan kuliah di luar negri. Bayangan belajar di kampus top dunia, ketemu teman internasional, sampai jalan-jalan sambil nambah wawasan.
Tapi, sebelum buru-buru daftar, ada hal penting yang sering dilewatkan, yaitu gak semua negara cocok buat jadi tujuan study abroad.
Meski sama-sama menawarkan gelar internasional, tiap negara punya sistem, biaya, dan lingkungan sosial yang berbeda.
Baca juga: 5 Kampus Terbaik di Indonesia Versi EduRank, Mana yang Jadi Impianmu?
Kalau salah pilih, bukan cuma prestasi yang terancam, tapi juga kesehatan mental, finansial, bahkan keamanan diri.
Makanya, penting untuk tahu negara mana saja yang sebaiknya dihindari biar gak menyesal di tengah jalan.
1. Negara yang Tidak Menyediakan Beasiswa
Belajar di luar negeri tanpa beasiswa ibarat berlayar tanpa kompas. Biaya kuliah dan hidup yang tinggi bisa bikin mahasiswa pontang-panting memenuhi kebutuhan.
Negara seperti Inggris, Amerika, Australia, atau Jepang, dikenal punya banyak peluang beasiswa mulai dari full funding sampai program parsial.
2. Negara dengan Tingkat Kriminalitas Tinggi
Percuma kuliah di luar negeri kalau tiap keluar rumah harus waswas. Keamanan tetap jadi prioritas utama. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Honduras, atau Venezuela, dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi.
Bandingkan dengan negara yang lebih aman seperti Irlandia, Jepang, atau New Zealand, di mana mahasiswa bisa belajar dan beraktivitas tanpa rasa takut.
3. Negara dengan Peluang Kerja Rendah
Salah satu alasan utama mahasiswa kuliah di luar negeri adalah memperluas jaringan dan mencari pengalaman kerja.
Sayangnya, beberapa negara punya peraturan ketat yang membatasi mahasiswa internasional untuk kerja paruh waktu.
Kalau ingin menambah pengalaman sekaligus uang saku, pilih negara dengan kesempatan kerja besar seperti Belanda, Jerman, atau Austria.
4. Negara dengan Toleransi Rendah
Diskriminasi dan bullying masih jadi tantangan di beberapa negara. Hindari negara yang tidak ramah terhadap mahasiswa asing, terutama yang punya tingkat toleransi rendah terhadap pendatang.
Baca juga: Kementerian ESDM Gandeng Empat Kampus Tambang Terbaik Indonesia untuk Kegiatan Eskplorasi
Negara seperti Kroasia dan Latvia misalnya, sering disebut kurang terbuka terhadap mahasiswa luar. Sebaliknya, negara seperti Kanada dan Finlandia lebih dikenal dengan budaya inklusifnya.
5. Negara dengan Biaya Hidup Terlalu Mahal
Bayangkan kalau uang kiriman sebulan cuma cukup buat seminggu. Biaya hidup tinggi bisa jadi mimpi buruk bagi mahasiswa rantau. Negara seperti Swiss, Norwegia, atau Islandia dikenal punya biaya hidup yang sangat tinggi.
Sebagai alternatif, mahasiswa bisa pertimbangkan untuk kuliah di Jerman, Taiwan, atau Prancis, yang lebih ramah di kantong pelajar internasional.
Kuliah di luar negeri memang kesempatan emas, tapi tetap perlu strategi cerdas. Jangan hanya terpukau dengan nama negara atau kampus besar, pertimbangkan aspek beasiswa, keamanan, peluang kerja, hingga budaya sosialnya.
Karena pada akhirnya, sukses study abroad bukan cuma soal pergi sejauh mungkin, tapi juga seberapa siap kamu menghadapi realita di negeri orang.
Nah, kalau kamu sendiri, negara mana yang menurutmu “haram” buat study abroad?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@titiknolenglish